Lowongan Direksi Perumda Pasar Bandung Masih Dibuka, Calon Harus Tangguh Termasuk Hadapi Preman
Pencarian atau lowongan posisi jajaran direksi Perumda Pasar Juara dibuka sampai 4 Februari 2024. Tiga posisi yang dibutuhkan antara lain Dewan Pengaw
Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan TribunJabar.id Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID , BANDUNG - Pencarian atau lowongan posisi jajaran direksi Perumda Pasar Juara dibuka sampai 4 Februari 2024. Tiga posisi yang dibutuhkan antara lain Dewan Pengawas, Direktur Utama, dan Direktur Operasional.
Anggota Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Pasar Bandung Juara, Yogi Suprayogi menyampaikan, para petinggi direksi tersebut bukan hanya harus menguasai persoalan ekonomi dan bisnis, tapi juga isu sosial.
Sebab menurutnya, Perumda Pasar memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki tata kelola, sehingga dibutuhkan pemimpin yang mampu bertransformasi dengan baik sesuai kebutuhan dan perubahan zaman.
"BUMD harus bisa menjalankan fungsi sosial. Bicara pasar bukan hanya bisnis dan ekonomi, tapi juga ada aspek sosialnya. Tak dipungkiri, ada tingkat kriminal. Diharapkan para calon bisa menghadapi dinamika ini," ujar Yogi saat Bandung Menjawab, Selasa (23/01/2024).
Menurut Yogi kondis Perumda Pasar saat ini sedang tidak baik baik saja , banyak permasalahan harus dihadapi dan PR harus diselesaikan.
"Jangan nilai Direktur keren tapi kerja harus tangguh karena harus berhadapan dengan preman dan menyelesaikan piutang cukup besar," ujarnya.
Dari sisi sosiologi kebijakan, pemimpin direksi Perumda Pasar perlu memahami konteks regulasi pemerintahan.
Baca juga: Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bandung Minta Perumda Pasar Dipimpin Orang Bandung, Ini Alasannya
Sebab, ke depannya direksi akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah.
"Ini juga penting, dia harus memahami konteks pemerintahan. Sebab ke depan akan sering berdiskusi dengan pemerintah," kata Yogi.
"Jangan sampai ada inovasi bisnis yang melanggar tata cara bekerja yang ditetapkan dalam regulasi," tuturnya.
Yogi mengatakan, posisi krusial ini tak bisa diisi oleh orang yang hanya mencoba-coba atau tak punya kompetensi dalam aspek-aspek yang dibutuhkan.
"Ada beberapa syarat administratif yang harus terpenuhi juga. Seleksi ini tidak ada preferensi. Kami sangat independen dalam menentukan," kata dia.
"Persoalan masalah operasional pasar itu kondisinya belum baik. Sehingga posisi ini bukan diperuntukkan bagi orang yang mencoba-coba, tapi harus bisa menangani permasalahan yang ada di pasar," ujarnya.
Jajaran direksi harus menguasai transformasi digital yang mau tak mau harus digeluti juga oleh pasar.
| Dedi Mulyadi Ingin Buat SE, Gen Z Tak Paksakan Gelar Pesta Nikah Jika Orang Tua Tidak Mampu |
|
|---|
| Teras Cihampelas Bandung Belum Dibongkar, Farhan Masih Usahakan Izin dari KPK |
|
|---|
| Preman Kembali Berulah di Santolo Garut, Ngamuk Bacok Petugas Tiket gara-gara Tak Dapat Japrem |
|
|---|
| Bandung Rawan Pohon Tumbang saat Cuaca Ekstrem, Kini Pohon-pohon yang Rentan Tumbang Dicek |
|
|---|
| Cerita Sri: Dulu Enggan Bayar Pajak karena Ribet, Kini Dipermudah Tanpa KTP Pemilik Pertama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Panitia-Seleksi-Yogi-Suprayogi.jpg)