Cak Imin-Mahfud Kompak Serang Program Food Estate Dalam Debat Cawapres

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyindir program food estate pada panggung debat ketiga Pilpres 2024.

Editor: Giri
Screenshot/YouTube KPU
Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, dan Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres yang berlangsung Minggu (21/1/2024) malam. 

Meski ia tak menyinggung langsung siapa saja pihak yang ia maksud.

"Enam belas juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektare sementara ada seseorang ada yang memiliki tanah 500 ribu hektare sebagai kekuasaan yang diberikan negara kepadanya," kata Cak Imin.

Cak Imin juga menyinggung nasib petani dan nelayan di Indonesia kini tidak sepenuhnya menjadi perhatian pemerintah.

Ia juga menyinggung banyaknya pihak yang prihatin kepada nasib food estate.

"Terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat kita, menghasilkan konflik agraria, dan merusak lingkungan kita. Ini harus dihentikan," ujarnya.

Adapun Mahfud MD mengkritik penyelenggaraan pupuk subsidi yang menurutnya ada yang tidak benar. Alasannya adalah jumlah petani yang semakin sedikit dan lahan pertanian yang semakin menyusut, tapi di sisi lain subsidi pupuk justru naik.

“Pasti ada yang salah. Petani dikit, lahan sedikit, kok subsidi makin naik? Pasti ada yang salah," kata Mahfud.

Gibran menaruh fokus pada penetapan analisis terhadap lingkungan dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkeadilan.

Kata dia, beragam hal harus dilakukan dalam mewujudkan pembangunan energi rendah karbon, sehingga seluruh pihak tidak merasa dirugikan.

"Dalam pelaksanaannya tentu, amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) itu wajib, analisa lingkungan juga wajib, sustainability report wajib juga," kata putra sulung Presiden Jokowi itu.

Melakukan analisa itu penting, kata dia, agar dalam pembangunannya yang diawali dengan alih fungsi lahan tidak merugikan pemasukan lokal. Menurut Gibran, jangan sampai UMKM lokal justru merugi dengan adanya pembangunan energi karbon rendah. 

Adapun salah satu potensi yang bisa diandalkan lainnya yakni energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa terhadap EBT itu.

"Sekali lagi potensi energi baru terbarukan juga luar biasa sekali ada energi Surya angin air bio energi panas bumi dan kita juga punya potensi besar sekali 3686 gigaWatt," ujar Gibran. (tribun network/den/riz/mam/git/dod)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved