Ramadhan 2024

Bagaimana Jika Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan untuk Puasa Qadha? Ini yang Harus Dilakukan

Dengan jangka waktu yang lama, tak jarang seseorang lupa akan jumlah utang puasa Ramadhan tahu lalu. Berikut hukumnya jika lupa jumlah puasa qadha

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa vis Grid.id
Ilustrasi - Hal yang dilakukan Jika Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan untuk Melaksanakan Puasa Qadha 

TRIBUNJABAR.ID - Bagaimana jika lupa jumlah utang puasa Ramadhan sementara harus membayarnya dengan puasa Qadha?

Pertanyaan ini mungkin seringkali muncul saat seorang muslim lupa jumlah puasa Qadha yang harus dibayarkan.

Kini tak lama lagi bulan Ramadhan 1445 H atau Ramadhan 2024 segera tiba.

Berdasarkan kalender Islam, bulan Ramadhan 2024 diprediksi akan jatuh pada 12 Maret 2024 mendatang.

Baca juga: Apakah Boleh Melaksanakan Puasa Qadha Tidak Sahur karena Ketiduran? Begini Penjelasan Hukumnya

Bagi umat muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan di tahun lalu harus segera membayarnya.

Muslim yang dalam keadaan sehat atau mampu secara fisik maka membayar utang puasa Ramadhan dengan cara melaksanakan puasa Qadha.

Adapun jumlah puasa Qadha dilaksanakan sesuai dengan jumlah puasa Ramadhan yang bolong di tahun lalu.

Membayar utang puasa menggantinya dengan puasa Qadha hukumnya wajib.

Biasanya utang puasa Ramadhan tersebut bisa dibayar selama setahun hingga kembali bulan Ramadhan itu tiba.

Dengan jangka waktu yang lama, tak jarang seseorang lupa akan jumlah utang puasa Ramadhan tahu lalu tersebut.

Lantas, bagaimana jika lupa jumlah utang puasa Ramadhan tersebut?

Adakah sesuatu yang bisa dilakukan ?

Dikutip dari Tribunnews.com, Dr Aris Widodo, akademisi muslim dari IAIN Surakarta menjelaskan sejatinya dalam Islam diajarkan setiap utang perlu dicatat.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran dalam Surat Al Baqarah ayat 282.

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya".

Dalam hal ini tanpa terkecuali utang puasa Ramadhan.

Demikian, Dr Aris Widodo mengatakan catatan utang puasa Ramadhan itu berguna sebagai langkah antisipasi jika keadaan seseorang tersebut lupa akan utangnya, maka bisa melihat catatan tersebut.

Dr Aris Widodo menjelaskan, jika seseorang tidak mencatat utang tersebut dan lupa berapa jumlahnya, maka bisa mengambil jumlah yang lebih banyak.

Hal ini bisa merujuk pada hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

"Apabila di antara kalian lupa atau ragu tentang sholatnya, maka hendaklah dia membuang keraguan itu dan mengambil yang yakin".

Adapun kaitannya dengan utang puasa Ramadhan tersebut, maka bisa mengambil beban yang lebih banyak.

Misal ragu utang puasa tujuh atau delapan hari, maka dianjurkan untuk mengambil yang delapan hari.

"Karena kita akan merasa akan yakin dengan itu, kita menutup yang tujuh sekaligus yakin dengan yang delapan," tutur Aris, dalam program Tanya Ustaz Tribunnews.com.

Hal ini juga sesusai dengan kutipan hadis, "Da'maa yuribuuka ila maa laa yuribuka" yang artinya Tinggalkan hal-hal yang meragukanmu.

Baca juga: Tata Cara Membayar Fidyah Lengkap dengan Ketentuan dan Waktu yang Tepat Bayar Utang Puasa Ramadhan

Tata Cara Puasa Qadha

Pada dasarnya dalam pelaksanaan puasa qadha tidak berbeda dengan puasa Ramadhan.

Karena puasa ganti, hanya bacaan niat saja yang berbeda.

Selebihnya, substansi dari pada pelaksanaanya adalah sama menahan makan dan minum atau nafsu.

Adapun berbuka puasa juga dilaksanakan setelah waktu matahari terbenam yakni waktu magrib.

Puasa Qadha dibayarkan sebanyak jumlah utang puasa Ramadhan.

Bacaan niat puasa qadha

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa

Artinya : "Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala".

Bacaan doa buka puasa qadha

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma Lakasumtu Wabika Aamantu Wa'alaa Rizqika Afthortu Birohmatika Yaa Arhamar Roohimiin.

Artinya:

"Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."

Demikian utang puasa atau puasa qadha dilaksanakan sesuai hari yang tak terlaksana saat puasa Ramadhan.

Karena wajib dibayar, maka sebaiknya utamakan untuk melaksanakan puasa qadha.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved