Senin, 13 April 2026

Pilpres 2024

Tanggapi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Makin Mesra, Hasto Kristiyanto Sebut soal Cacing

Pasangan calon presiden nomor urut 1 dan 3, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar-Mahfud MD, makin mesra beberapa waktu terakhir ini. 

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat diwawancarai disela rapat koordinasi di Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (26/7/2023). 

TRIBUNJABAR.ID - Pasangan calon presiden nomor urut 1 dan 3, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar-Mahfud MD, makin mesra beberapa waktu terakhir ini. 

Pengamat politik bahkan menilai kemesraan dua capres ini berpotensi lanjut ke putaran kedua pada Pilpres 2024.

Mengomentari kemesraan kedua calon ini, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut bahwa penindasan dapat menyatukan bangsa.

"Kita berjuang membangun kemerdekaan karena perasaan tertindas. Kata Bung Karno, jangankan sebuah bangsa, cacing pun diinjak-injak akan luget-luget melakukan perlawanan," kata Hasto setelah rapat internal di Kantor DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (13/1/2024).

Menurut Hasto, saat ini arah pemilu sudah bergeser dan dalam perjalanannya diwarnai dengan intimidasi.  

Hasto mencontohkan, intimidasi dirasakan oleh elemen terbawah mulai ketua RT, kepala daerah, anggota legislatif, hingga awak media dan budayawan seperti Butet Kertaredjasa.

"Bahkan tim dari Najwa Shihab pun itu dilakukan intimidasi melalui media sosialnya. Butet para budayawan." 

"Ketika ada perasaan terintimidasi dan ada penggunaan kekuasaan negara secara telanjang maka inilah yang membangkitkan hubungan emosional antara tim pemenangan 01 dan 03," ucapnya.

Baca juga: Tak Hanya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo Pun Ucapkan Terima Kasih kepada Polisi

Menurut Hasto, kebangkitan emosional antara 01 dan 03 bertujuan untuk mewujudkan demokrasi berada pada kedaulatan rakyat sehingga bentuk-bentuk kecurangan yang bertujuan memperpanjang kekuasaan baik langsung maupun tak langsung tidak terjadi.

"Nah, terlebih ini tidak terlepas dari karakter Pak Prabowo yang emosional yang sering mengeluarkan kata-kata kasar seperti etik ndasmu, kemudian goblok, tolol. Pernyataan yang seharusnya tidak dikeluarkan oleh calon pemimpin," ucap dia.

Sebelumnya, pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, kemesraan hubungan dua paslon itu memiliki dua makna, salah satunya untuk mengamankan kursi di parlemen.

Menurut Adi, kedekatan hubungan antara dua paslon bisa menjadi pembuka pintu komunikasi politik yang akan mereka jalin seusai Pilpres 2024, tepatnya ketika pembagian kekuasaan dimulai.

"Bisa jadi ini sebagai prolog atau mukadimah pintu komunikasi politik yang bakal mereka jalin di masa yang akan datang pasca-Pilpres terutama untuk kepentingan politik parlemen."

"Pemilu 2024 selain Pilpres, tentunya soal komposisi kekuatan parlemen juga pasti diincar semua kekuatan politik," kata Adi kepada Kompas.com, Kamis (11/1/2024) malam. (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved