Senin, 13 April 2026

Sektor UMKM Jadi Triger Menyongsong Indonesia Emas 2045

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM bakal menjadi triger bagi ekonomi nasion

Istimewa
Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM bakal menjadi triger bagi ekonomi nasional menyongsong visi Indonesia Emas 2045. 

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM bakal menjadi triger bagi ekonomi nasional menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Keyakinan itu ia ungkapkan berdasarkan sejumlah tren positif yang mencuat.

Rasyid menjelaskan, tahun lalu Bank Dunia memproyeksikan dalam tiga tahun ke depan ekonomi Indonesia akan tumbuh 0,1 persen setiap tahunnya. Di dalam negeri, Kemenkop UKM menyebut sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi negara ini diperkirakan akan mengalami pertubuhan hingga 83,3 juta pelaku di tahun ini.

2 Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM
Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM bakal menjadi triger bagi ekonomi nasional menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sebuah paparan, Kemenkop UKM menyebut sepanjang tahun 2022 ada lebih dari 64 juta unit usaha UMKM di seluruh pelosok Tanah Air. Mereka berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 61 persen. Sementara sebesar 16,65 persen dikontrbusikan pada pendapatan ekspor nasional.

Dari populasi tersebut, sekitar 20,76 juta UMKM telah melenggang ke pasar daring melalui berbagai platform lokapasar (marketplace). Dengan tumbuhnya UMKM, Kemenkop UKM bahkah menyebut 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia terserap di sektor ini.

3 Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM
Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), M. Rasyid Rajasa meyakini sektor UMKM bakal menjadi triger bagi ekonomi nasional menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

"Kalau kita perhatikan, sektor UMKM ini punya pertumbuhan yang bagus setelah sempat meredup semasa pandemi Covid-19. Dengan adanya lokapasar, ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk semakin melebarkan ekspansi penjualan mereka," ungkap Rasyid, Kamis (11/1/2024).

Diungkapkan Rasyid, para pelaku UMKM yang belum merambah pemasaran ke lokapasar perlu memanfaatkan platform-platform yang ada. Karena dengan begitu mereka akan punya kesempatan yang sama untuk melipatgandakan pendapatan.

"Ini kalau 80 persen UMKM merambah pasar digital, perkembangan pertumbuhan UMKM dan perputaran keuangan bakal sangat baik. Bisa jadi UMKM bukan hanya sektor yang menyongsong visi Indonesia Emas 2045, tapi juga penyokong kekuatan pilar ekonominya," cetus Rasyid.

Rasyid menyebut, masuknya TikTok ke dalam Tokopedia membuka kesempatan yang lebih luas bagi UMKM nasional untuk terus melakukan transformasi digital dalam meningkatkan omzet. Kerja sama antara raksasa lokapasar dengan media sosial itu memungkinkan menciptakan market capitalism yang kokoh dalam industri digital.

Pertengahan Desember 2023 lalu TikTok menyebut fusi bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia memiliki lebih dari 90 persen pelaku UMKM yang menjadi mitra mereka.

"Jadi Tokopedia ini lokapasar terbesar kedua di Indonesia, market share 35 persen. Nomor satunya Shopee. Kalau TikTok Shop itu kalau nggak salah 5 persen. Animo partisipasi UMKM yang tinggi pada lokapasar seakan mengonfirmasi bahwa lokapasar membantu memperluas jaringan bisnis. Bukan hanya itu, lokapasar juga memacu pertumbuhan UMKM karena mempermudah interaksi mereka dengan pelanggan secara daring," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved