Ada Relawan Alami Kekerasan, Ratusan Relawan Ganjar-Mahfud Gelar Aksi Solidaritas di TPD Jabar

Mereka mengecam aksi kekerasan aparat yang dilakukan ke relawan Ganjar-Mahfud di Sleman dan Boyolali.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Ratusan orang berkumpul di Sekretariat Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Jawa Barat, kemarin sambil memegang lilin dan membawa bunga. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan orang berkumpul di Sekretariat Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Jawa Barat, kemarin sambil memegang lilin dan membawa bunga.

Mereka pun mendengarkan orasi yang secara bergantian dari perwakilan relawan Ganjar-Mahfud.

Mereka mengecam aksi kekerasan aparat yang dilakukan ke relawan Ganjar-Mahfud di Sleman dan Boyolali.

Direktorat relawan TPD Ganjar-Mahfud Jabar, Budi Hermansyah menyampaikan bahwa acara itu sebagai bentuk solidaritas ke relawan yang menjadi korban kekerasan aparat di Sleman dan Boyolali.

Baca juga: TPC Ganjar-Mahfud Laporkan Anggota Satpol PP Garut ke Bawaslu, Rudi Gunawan Diminta Tanggung Jawab

"Aksi solidaritas untuk saudara-saudara kami yang sudah menjadi korban kekerasan baik di Sleman maupun Boyolali, utamanya di Sleman ada yang meninggal dunia karena kekerasan politik," katanya, Minggu (7/1/2024).

Budi pun menilai, apa yang dialami relawan Ganjar-Mahfud di wilayah itu bukan lagi tindak kriminal biasa, tetapi kekerasan politik terlebih aksi itu dilakukan aparat keamanan yang seharusnya melindungi rakyat.

"Tentu ini sudah tak sehat dan sangat mencederai proses demokrasi di tanah air. Kami akan membawa aksi kekerasan oleh aparat ke ranah hukum. TPN sudah melaporkan tindak kekerasan itu ke komisi nasional hak asasi manusia, karena kekerasan politik bukan aksi kriminal kekerasan biasa," katanya.

Ketua kegiatan solidaritas, Irfan Khairullah menambahkan bahwa lilin yang dibawa dalam aksi itu sebagai simbol harapan dari relawan untuk Ganjar-Mahfud.

"Jadi, lilin itu adalah simbol harapan bahwa pelanggaran hak asasi manusia terhadap demokrasi akan diselesaikan oleh Ganjar-Mahfud. Sementara bunga adalah bentuk duka cita kami, terutama untuk para ibu yang kehilangan anaknya,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved