Ironi Masyarakat Indonesia Buang Makanan Senilai Rp 330 Triliun tapi 21 Persen Anak-anak Kurang Gizi
Pernyataan itu disampaikan Suharyo dalam memperingati Hari Raya Natal 2023 di Gereja Katedral Keuskupan Jakarta.
Akan tetapi, karena cita-cita besar bangsa Indonesia harus digapai secara bersama, maka kata dia, masyarakat juga harus terlibat.
"Sebetulnya ini tanggung jawab negara untuk selesaikan masalah ini karena negara itu terima pajak membuat aturan-aturan bahkan boleh gunakan kekerasan untuk mempertahankan, tapi kita tidak boleh melempar tanggung jawab hanya ke mereka," beber dia.
Contoh sederhana yang dibisa dilakukan oleh masyarakat kata dia, yakni dengan berjanji dalam diri untuk tidak secara sadar menyia-nyiakan makanan.
Dia merasa, hal itu bisa dilakukan oleh setiap orang yang merasa mampu, dengan mengalihkannya mengasihi orang yang dinilai kurang mampu.
"Semua orang bisa itu. kadang-kadang matanya lebih besar daripada perutnya dipesan tapi nanti 3/4 nya dibuang hanya sedikit saja yang dicicipi itu termasuk dosa merampas hak orang miskin," tukas dia.
Jadi Sorotan Dunia
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan, kebiasaan masyarakat membuang makanan disorot dunia.
Ia mengatakan, dalam setahun masyarakat Indonesia membuang makanan sebanyak 23-48 ton atau dengan kerugian ekonomi setara dengan Rp 231-551 Triliun.
"Food loss and waste di Indonesia ini luar biasa. Jadi, kalau kita bilang, from farm to table, dari kita produksi, food loss-nya itu 14 persen. Misal, gabah baru panen, kemudian panennya itu pasti ada kehilangan, losses-nya. Itu sekitar 14 persen."
"Kemudian, snack yang ada di meja Bapak ini, kurang lebih 17 persen-nya itu akan terbuang."
"Tidak akan dihabiskan semua. Sehingga totalnya itu 31 persen mungkin dikira-kira sekitar Rp560 triliun," tutur Arief dalam sambutannya di Forum Data Nasional di Menara Denaraksa, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Karena itu, ia berharap masyarakat bisa menghilangkan kebiasaan membuang-buang makanan itu.
Lantaran dengan total makanan yang dibuang percuma tersebut cukup untuk memberi makanan sekitar 61-125 juta orang Indonesia.
Karena itu Arief pun mengimbau, masyarakat untuk belanja bijak, tidak boros setiap kali bertransaksi membeli makanan.
"Kalau belanjanya 2 kali lipat, semua orang melakukan hal yang sama, kebutuhan nasional 30,5 juta ton, kemudian produksinya 31 juta ton, nggak akan cukup," ujar Arief.(*)
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
Gereja Roh Kudus Paroki Ferratella: Destinasi Baru Misa Peziarah Indonesia Berkat Kardinal Suharyo |
![]() |
---|
Kisah Pilu Kakek Yorgen Hidup di Bangunan Tak Layak Bersama 7 Anak & 2 Cucu, Sering Menahan Lapar |
![]() |
---|
Misa Paskah, Kardinal Ignatius Suharyo Soroti Korupsi: Keserakahan Hancurkan Kehidupan Bersama |
![]() |
---|
Kemenimpas Berikan Remisi Khusus Kepada 15.807 Warga Binaan Pada Hari Raya Natal 2024 |
![]() |
---|
LINK dan Tata Cara Daftar Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, Digelar 28 Desember |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.