Cerita Pengguna Motor Listrik Lebih Irit, Uang BBM Beralih untuk Beras
Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus terbangun. Saat ini, kedigdayaan kendaraan ramah lingkungan kian menjadi tren untuk masyarakat.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus terbangun. Saat ini, kedigdayaan kendaraan ramah lingkungan kian menjadi tren untuk masyarakat negara berjuluk khatulistiwa.
Iqbal Maulana (30), warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memilih motor listrik untuk kendaraan menuju tempat bekerja.
Pemilihan motor listrik sebagai keperluan sehari-hari dinilainya sangat tepat. Terlebih sangat irit dan ramah lingkungan. Selain itu juga tak ribet harus antre di SPBU.
Baca juga: Cara Dapat Hadiah Mobil hingga Motor Listrik di Bandung Great Sale 2023, Belanja Minimal Rp100 Ribu
Biasanya, ketika masih menggunakan motor BBM. Iqbal harus menghabiskan uang Rp20.000 untuk membeli pertalite. Namun kini, uang untuk membeli BBM itu dia alihkan untuk membeli beras.
"Nanti untuk isi baterainya bisa di rumah dan di kantor, hitungannya kalau isi baterai penuh itu 3 jam dan kita cuma mengeluarkan biaya sekitar Rp2.700 sekali penuh, " kata Iqbal kepada Tribun Jabar, Kamis (14/12/2023).
Motor listrik yang dikendarai oleh Iqbal, bisa melaju sejauh 70 kilometer sampai baterai habis dengan kecepatan 65 kilometer per jamnya.
Iqbal menilai motor listrik lebih canggih dibandingkan motor bahan bakar minyak. Motor listrik memiliki fitur-fitur tertentu seperti memutar musik via bluetooth, bisa memasang USB Port untuk mengisi daya baterai smartphone ketika berkendara.
Baca juga: Ramah Lingkungan, PLN Kampanyekan Motor Listrik Konversi
"Bukan hanya itu motor juga bisa dipakai untuk menyalakan musik karena ada speakernya, " kata dia.
Untuk perawatan, kata Iqbal, hanya tinggal memeriksa sistem pengereman secara rutin. "Tidak usah ganti oli mesin, " kata Iqbal.
Sementara itu, melihat pesatnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, membuat meningkatnya gairah bisnis kendaraan listrik.
Baru-baru ini perusahaan dalam negeri PT Ilectra Motor Group (IMG) melalui ALVA Manufacturing Facility melakukan penggalangan dana Seri B dengan total 50 juta USD untuk produksi motor listrik di kawasan Delta Silicon Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat.
Chief Marketing Officer PT Ilectra Motor Group Putu Yudha mengungkapkan, putaran pendanaan didapatkan dari semua investor terdahulu yang dipimpin oleh Horizons Ventures.
Kemudian investor terbesar yakni HH-CTBC Partnership L.P. (Foxconn Co-GP Fund), bersama dengan Horizon Ventures dan Indika Energy. Selain itu Foxconn Co-GP fund yaitu Brama One Ventures sebagai investor baru.
"Kami menargetkan 3.000 motor bisa diproduksi setiap bulannya. Dan dari pertama launching pada Bulan November 2022 hingga saat ini, sudah ada ribuan motor listrik yang terjual, " kata dia.
Pemerintah juga mendorong subsidi pembelian kendaraan listrik asalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk kendaraan listrik minimal 40 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Iqbal-Maulana-30-warga-Kelurahan-Karangpawitan.jpg)