Ragam Kisah Unik Dedi Mulyadi Saat Sosialisasikan Prabowo-Gibran Keliling Jawa Barat

Perjalanan Kang Dedi Mulyadi (KDM) mensosialisasikan hingga mengkampanyekan Capres-Cawapres

Editor: Ichsan
dok.pribadi
Ragam Kisah Unik Dedi Mulyadi Saat Sosialisasikan Prabowo-Gibran Keliling Jawa Barat 

Seorang ibu di Safari Cinta di Desa Bojongsari, Kabupaten Bekasi naik ke atas panggung dengan menggendong anak bungsunya. Di pertemuan itu terungkap jika sang ibu memiliki sejumlah utang ke bank emok atau rentenir untuk biaya sekolah anaknya.

Utang sebesar Rp 3 juta itu dibayar Rp 75 ribu per minggu selama setahun. Uang itu ia gunakan untuk membeli sejumlah peralatan sekolah mulai dari seragam, sepatu hingga buku. Ia terpaksa berutang karena penghasilan suaminya kurang.

Pada momen tersebut KDM memberikan bantuan melunasi utang dan juga memberi modal usaha. KDM berharap ke depan sekolah benar-benar gratis tanpa ada lagi orang tua keluar uang seperti yang dialami ibu tersebut.

5. Rawat Nenek Tumor, Pelajar Cirebon Jadi Anak Asuh Dedi Mulyadi

Saat Safari Cinta 26 Agustus 2023 di Desa Cibogo, Kabupaten Cirebon, KDM tak sengaja memanggil seorang penonton yang ternyata seorang pelajar kelas 1 SMP bernama Kasohid. Ia saat ini tinggal dengan merawat neneknya yang sedang sakit tumor.

Kasohid tinggal bersama kakeknya yang seorang buruh tani dan neneknya sakit tumor. Untuk biaya sehari-hari ia mengandalkan uang pemberian kakaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Sementara orang tuanya telah meninggal dunia.

Di akhir acara KDM memberikan sejumlah uang bantuan untuk biaya perawatan sang nenek. Tak hanya itu Kasohid pun menjadi anak angkat KDM yang akan dibiayai hingga selesai sekolah SMA.

6. Kerja Keras Nenek Penjual Gorengan di Purwakarta Demi Sekolahkan Anak

Banyaknya warga yang telah dibantu membuat KDM kadang lupa. Seperti saat Safari Cinta di Desa Mekargalih, Kabupaten Purwakarta. Di sini ia bertemu dengan Mak Icih yang ternyata pernah diberi bantuan modal yang habis karena dagangannya selalu diutangi orang.

Di panggung itu KDM kembali bertemu Mak Icih yang merupakan seorang janda tua anak empat. Di usia senjanya ia masih kerja keras keliling jualan gorengan untuk membiayai anak bungsunya yang masih sekolah di SMA.

Kebaikan Mak Icih kerap dimanfaatkan orang lain dengan berutang padanya. KDM pun kembali melunasi utang orang lain dan memberi tambahan modal agar Mak Icih tak perlu lagi berkeliling karena mempunyai tempat berjualan yang menetap.

7. Kisah Pilu Anak Stunting di Bandung Barat

KDM menemukan seorang ibu yang memiliki anak stunting saat Safari Cinta di Kabupaten Bandung Barat. Saat itu ia melihat seorang ibu menonton dengan menggendong anaknya yang sangat kurus. Rupanya anak tersebut telah berumur 5 tahun tapi memiliki badan yang sangat kecil.

Mereka hidup dari kiriman uang suaminya Rp 300 ribu per bulan yang bekerja di Bali. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor sang anak kekurangan gizi karena terbiasa hidup dan makan apa adanya. Di malam itu pun KDM memberikan bantuan untuk bekal dan modal usaha pada sang ibu.

Ke depan KDM akan mendorong pengelolaan anggaran agar efektif dan tepat sasaran. Sehingga anggaran stunting yang besar tidak habis oleh kegiatan rapat, studi banding dan evaluasi para pejabat tapi langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved