Banjir dan Longsor Serbu Kabupaten Bandung setelah Diguyur Hujan Deras dari Sore sampai Malam

Sedangkan di Kecamatan Kutawaringin, kata Uka terjadi di Kampung Bojongwaru RW 03, Desa Kopo, itu akibat luapan Sungai Citarum. 

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Beberapa daerah di Kabupaten Bandung terendam banjir, salah satunya di Dayeuhkolot, Jumat (1/12/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabupaten Bandung dikepung bencana banjir dan longsor, hujan deras yang terjadi pada Kamis (30/11/2023), sore hingga malam hari, mengakibatkan banjir dan longsor

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska, mengatakab banjir tersebut terjadi di 7 kecamatan dan longsor di 4 kecamatan. 

Menurut Uka, lima Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Soreang, Kecamatan Kertasari, Kecamatan Cangkuang, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Kutawaringin.

Selain itu banji juga terjadi di Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Dayeuhkolot. 

"Adapun longsor terjadi di Cimenyan, Cicalengka, Pasirjambu, dan Ciparay, " ujar Uka, saat dihubungi tribun jabar, Jumat (1/12/2023). 

Uka memaparkan, di Kecamatan Soreang terdapat 2 titik banjir yakni di Komplek Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung, itu karena drainase terhambat sampah jadi menyebabkan beberapa OPD terkena dampak tapi tidak terlalu serius. 

"Lokasi kedua di Kampung Cipanjang RT 05 RW 02, Desa Soreang, beberapa terdampak akibat luapan air dafi selokan yang ada di permukiman. Ketinggian air 20 sampai 60 centimeter, " kata Uka. 

Uka mengatakan, kemudian di Kecamatan Cangkuang terdapat titik banjir berada di Kampung Citaliktik, Desa Bojongsayang RW 1, lalu Desa Pananjung, yang dilintasi oleh dua anak sungai, yakni sungai Cijalupang dan Cikambuy.

"Di Bojongsoang terdapat titik banjir, berada di Desa Tegalluar. Sungai Cikeruh yang berada di Desa Tegalluar, mengalami kenaikan debit air yang mengakibatkan banjir di pemukiman warga, " kata dia. 

Tinggi muka air, di lokasi tersebut mulai 20 sampai 50 sentimeter, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melewati jalan yang terendam banjir

"Sebab sempat merendam Jalan Raya Bojongsoang setinggi 50 sampai 80 sentimeter, " tuturnya. 

Sedangkan di Kecamatan Kutawaringin, kata Uka terjadi di Kampung Bojongwaru RW 03, Desa Kopo, itu akibat luapan Sungai Citarum. 

Uka mengatakan, sedangkan banjir di Kertasari berdampak kepada rumah sakit Kertasari, itu akibat luapan drainase di wilayah perkebunan dekan Rumah sakjt tersumbat. 

"Tidak ada laporan kerusakan bangunan, hanya perlu ada pembersihan dari luapan lumpur," katanya. 

Selain itu banjir terjadi di Kecamatan Ciwidey, yang disebabkan akibat meluapnya Sungai Ciparigi. Banjir di daerah ini terbilang cepag surut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved