Jemaah Umrah yang Batal Berangkat dan Terpaksa Turun dari Bus Akhirnya Bisa Berangkat
Calon jemaah umrah di Sukabumi yang gagal berangkat dan diturunkan dari Bus oleh pihak travel PT Caka, Selasa (31/10/2023), akhirnya bisa bisa berang
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Januar Pribadi Hamel
Beberapa di antara jemaah yang berangkat, kata dia, ada yang masih tidak percaya.
Menurutnya, mereka sudah telanjur kecewa dan saat akan berangkat ke tanah suci ada sedikit kekhawatiran.
"Makanya kan kita lihat kondisi psikologis. Orang malam saja kita sudah beres, sudah siap berangkat ada yang masih bertanya-tanya 'betul pak kita berangkat?' sampai tadi pagi ada yang tidak percaya kalau berangkat, nah itu psikologis, ada yang sampai sakit," ungkapnya.
Direktur Utama PT Mekah Tur Indonesia Adlan Tavtazzanni gagalnya jemaah TP Cakra berangkat permasalahnnya diduga dari perusahaan pihak ketiga yang mengurus pemesanan tiket dan visa.
"Setelah itu kami selidiki ternyata ada beberapa bukti transferan yang disampaikan ke salah satu perusahaan di Jakarta. Intinya Pak Cecep (Dirut PT Caka) itu tertipu, kebetulan perusahaan yang di sana bukan provider dan tidak ada izinnya," kata Adlan.
"Sampai kita sudah klarifikasi ke Air Asia karena itu pakai tiket Air Asia. Ternyata yang di transfer itu hanya sebagian yang disetorkan, tapi itu kan tidak rasional karena biasanya bukan entri tiket dulu tapi visanya yang harus ada dulu. Ini kan biasanya travel tidak berani melakukan itu. Masa visa belum ada tapi sudah tiketnya kan ini tidak normal menurut saya," sambungnya.
Lebih lanjut, dari total uang jemaah umrah yang sudah masuk pembayaran sebesar Rp1,3 miliar hanya Rp600 juta yang disetorkan oleh oknum perusahaan provider kepada jasa layanan akomodasi umrah.
Menurutnya, perusahaan travel asal Sukabumi itu menjadi korban penipuan.
"Jadi ini memang sudah direncanakan sepertinya yang dibilang pihak ketiga. Untuk tiketnya ternyata tidak disetorkan ke Air Asia. Dari Rp1,3 miliar itu yang disetorkan hanya kurang lebih Rp600 juta," ungkapnya.
Dia juga menepis dugaan keuntungan dari pembayaran umrah dipakai oleh PT Caka.
"Saya hitung nggak besar-besar amat keuntungan cuman Rp600-Rp700 satu pax. Dan itu sudah disetorkan karena rencana dia beli all in (visa, hotel) ternyata itu tidak dilakukan sama pihak ketiga ini," tambahnya.
PT Mekah Tur Indonesia berencana akan mendampingi perusahaan PT Caka untuk melaporkan dugaan penipuan salah satu perusahaan asal Jakarta ke aparat berwajib.
"Kita juga ikut membantu untuk melaporkan persoalan ini, karena PT Caka ini korban bukan pelaku dengan bukti transfer salah satu perusahaan yang ada di Jakarta," tutup Adlan.
Sebanyak 120 jemaah umroh gagal berangkat. Saat akan berangka pembiyaan dari pihak PO ada kendala tidak keluarnya visa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Korban-jamaah-umrah-gagal-berangkat-akhirya-kembali-diberangkatkan.jpg)