Kamis, 28 Mei 2026

Jemaah Umrah yang Batal Berangkat dan Terpaksa Turun dari Bus Akhirnya Bisa Berangkat

Calon jemaah umrah di Sukabumi yang gagal berangkat dan diturunkan dari Bus oleh pihak travel PT  Caka, Selasa (31/10/2023), akhirnya bisa bisa berang

Tayang:
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Januar Pribadi Hamel
Dok PT Mekah Tur Indonesia
Korban jamaah umrah gagal berangkat, akhirya bisa diberangkatkan oleh PT Mekah Tur Indonesia. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR. SUKABUMI - Calon jemaah umrah di Sukabumi yang gagal berangkat dan diturunkan dari Bus oleh pihak travel PT  Caka, Selasa (31/10/2023), akhirnya bisa bisa berangkat.

Dari dari 120 calon jemaah umrah yang gagal berangkat, 36 orang diberangkatkan oleh Travel PT Mekah Tur Indonesia, Kamis (24/11/2023).

Komisaris PT Mekah Tur Indonesia, Habib Mulki mengatakan, travelnya membantu perusahaan travel yang gagal memberangkatkan jemaahnya.

Baca juga: Kronologi Jemaah Umrah di Sukabumi Batal Berangkat, Penyelenggara Siap Terbangkan yang Tertunda

PT Mekah Tur Indonesia, akan kembali memberangkatkan sisa calon jemaah PT Cakra secara bertahap.

"Alhamdulillah dari 120 orang yang gagal berangkat mungkin secara bertahap kita coba carikan solusi, hari ini kita berangkatkan sekitar 36 orang," ujarnya Jumat (24/11/2023).

Dia mengatakan, secara administrasi para calon jemaah umrah itu tetap berada di bawah perusahaan travel sebelumnya.

Hanya saja, PT Mekah Tur Indonesia membantu dalam segi pemberangkatan, pengurusan visa dan lain sebagainya.

"Sebenarnya bukan pindah. PT Caka mungkin dalam keadaan ada musibah, ketika ada musibah orang, kan, butuh pemulihan.

"Kita sebagai travel yang sudah lengkap badan hukumnya, providernya, ya kita bantu mereka. Saya lihat bukan hanya travelnya saja tapi kasihan jemaahnya," ujarnya.

Habib menegaskan 36 calon jemaah umrah yang diberangkat tanpa biaya tambahan.

Pihaknya menggunakan dana talang dari Amitra dan beberapa lagi dari penanggungjawab perusahaan travel.

"Jemaah tidak dibebanin lagi. Kan tadi jemaah diibaratkan korban, kita mencoba kerjasama dengan PT Caka mencari solusi. Cuma kan kita PT Mekah itu kita sebagai travel yang provider, kita visa punya sendiri," jelasnya.

Sebagian yang berangkat ada yang lunas pembayaranya dan ada yang juga mengunakan dana talang pihak ke tiga.

"Kebanyakan yang pakai dana talang. Hari ini ada beberapa mengundurkan diri karena menunggu suaminya, ada juga yang dipending," tutur Habib.

Beberapa di antara jemaah yang berangkat, kata dia, ada yang masih tidak percaya.
Menurutnya, mereka sudah telanjur kecewa dan saat akan berangkat ke tanah suci ada sedikit kekhawatiran.

"Makanya kan kita lihat kondisi psikologis. Orang malam saja kita sudah beres, sudah siap berangkat ada yang masih bertanya-tanya 'betul pak kita berangkat?' sampai tadi pagi ada yang tidak percaya kalau berangkat, nah itu psikologis, ada yang sampai sakit," ungkapnya.

Direktur Utama PT Mekah Tur Indonesia Adlan Tavtazzanni gagalnya jemaah TP Cakra berangkat permasalahnnya diduga dari perusahaan pihak ketiga yang mengurus pemesanan tiket dan visa.

"Setelah itu kami selidiki ternyata ada beberapa bukti transferan yang disampaikan ke salah satu perusahaan di Jakarta. Intinya Pak Cecep (Dirut PT Caka) itu tertipu, kebetulan perusahaan yang di sana bukan provider dan tidak ada izinnya," kata Adlan.

"Sampai kita sudah klarifikasi ke Air Asia karena itu pakai tiket Air Asia. Ternyata yang di transfer itu hanya sebagian yang disetorkan, tapi itu kan tidak rasional karena biasanya bukan entri tiket dulu tapi visanya yang harus ada dulu. Ini kan biasanya travel tidak berani melakukan itu. Masa visa belum ada tapi sudah tiketnya kan ini tidak normal menurut saya," sambungnya.

Lebih lanjut, dari total uang jemaah umrah yang sudah masuk pembayaran sebesar Rp1,3 miliar hanya Rp600 juta yang disetorkan oleh oknum perusahaan provider kepada jasa layanan akomodasi umrah.

Menurutnya, perusahaan travel asal Sukabumi itu menjadi korban penipuan.

"Jadi ini memang sudah direncanakan sepertinya yang dibilang pihak ketiga. Untuk tiketnya ternyata tidak disetorkan ke Air Asia. Dari Rp1,3 miliar itu yang disetorkan hanya kurang lebih Rp600 juta," ungkapnya.

Dia juga menepis dugaan keuntungan dari pembayaran umrah dipakai oleh PT Caka.

"Saya hitung nggak besar-besar amat keuntungan cuman Rp600-Rp700 satu pax. Dan itu sudah disetorkan karena rencana dia beli all in (visa, hotel) ternyata itu tidak dilakukan sama pihak ketiga ini," tambahnya.

PT Mekah Tur Indonesia berencana akan mendampingi perusahaan PT Caka untuk melaporkan dugaan penipuan salah satu perusahaan asal Jakarta ke aparat berwajib.

"Kita juga ikut membantu untuk melaporkan persoalan ini, karena PT Caka ini korban bukan pelaku dengan bukti transfer salah satu perusahaan yang ada di Jakarta," tutup Adlan.

Sebanyak 120 jemaah umroh gagal berangkat. Saat akan berangka pembiyaan dari pihak PO ada kendala tidak keluarnya visa. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved