Rabu, 15 April 2026

Yuk Waspada, Ini Perbedaan Hoaks Misinformasi dan Disinformasi Beserta Contoh-contohnya

Tapi, sebentulnya, apa itu misinformasi, dan disinformasi? Apa perbedaan besar antara keduanya?

TRIBUNJABAR.ID - Menjelang Pemilu 2024, masyarakat harus waspada dengan hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang bisa saja beredar di masyarakat.

Tapi, sebentulnya, apa itu misinformasi, dan disinformasi? Apa perbedaan besar antara keduanya?

Dilansir dari Kompas.com, rupanya hoaks bukan hanya masalah informasi keliru, tetpai juga banyak faktor yang mempengaruhi perkembangannya.

Faktor-faktor tersebut salah satunya adalah kurangnya literasi digital masyarakat.

Baca juga: Beredar Dokumen Daftar Reshuffle Kabinet Jokowi, Pratikno Bilang Hoaks, PPP: Tidak Dilarang

Padahal literasi digital merupaka hal penting di tengah perkembangan tekonologi yang pesat.

Ada juga propaganda atau agenda politik tertentu.

Faktor-faktor tersebut membentuk pola sebaran hoaks yang bereda. Pola sebaran misinformasi dan informasi juga dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang perbedaan misinformasi dan disinformasi.

Misinformasi

Misinformasi adalah informasi yang keliru, tetapi orang yang menyebarkannya percaya bahwa itu benar.

Menurut The Debunking Handbook (2020), misinformasi disebarkan karena kesalahan atau tanpa maksud untuk menyesatkan.

Sebarannya bisa dari berita lawas yang awalnya dianggap benar dan disebarluaskan dengan itikad baik.

Secara teknis itu benar tetapi menyesatkan, karena orang tersebut tidak tahu fakta terbarunya atau keliru menangkap informasi.

Baca juga: Mahasiswa UNY Penyebar Hoaks Bisa Disanksi DO, Pihak Kampus Masih Menunggu Proses Kasusnya

Terkadang, mitos-mitos seputar kesehatan, astrologi, sains, dunia hiburan, dan lainnya yang bukan berasal dari sumber dan bukti valid, dipercaya masyarakat dan tanpa sadar disebarluaskan.

Contoh misinformasi:

  • Meletakkan bawang putih di lubang telinga bisa menyembuhkan sakit kepala. Padahal faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan penanggualan penyakit dengan metode menempel bawang putih di liang telinga. Bawang putih memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi penggunaannya bukan dengan ditempelkan di liang telinga.
  • Kuburan dengan nama Upin yang meninggal pada 1995 dan Ipin pada 1996, yang diklaim sebagai inspirasi dari serial animasi Malausia, Upin dan Ipin. Faktanya, yang dimaksud berlokasi di Sulawesi Tengah, bukan di Malaysia. Kisah kedua almarhum pun tidak ada hubungannya dengan serial animasi Upin dan Ipin.
Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved