Berita Viral

Viral Video Guru Diduga Tampar Murid hingga Ribut di Tanjungpinang, Gubernur Kepri Turun Tangan

Sebuah video memperlihatkan cekcok antara murid dan guru di sekolah beredar viral di media sosial.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Istimewa
Sebuah video memperlihatkan cekcok antara murid dan guru di sekolah beredar viral di media sosial. 

TRIBUNAJABAR.ID - Sebuah video memperlihatkan cekcok antara murid dan guru di sekolah beredar viral di media sosial.

Video tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Instagram @berandakepulauanriau.

Dalam video tersebut, nampak guru dan murid tersebut ribut di balkon sekolah hingga menjadi tontonan murid lain.

Terdengar guru itu meninggikan suaranya sehingga seperti membentak sang murid.

"Siapa yang gedor, saya tanya baik-baik," ucap guru itu, dikutip pada Kamis (19/10/2023).

Murid yang dituduh itu membantah bahwa dirinya menggedor pintu yang menjadi sumber keributan antara keduanya.

Sang guru menganggap gedoran pintu tersebut telah mengganggu berlangsungnya proses belajar mengajar.

Kemudian, murid tersebut protes karena merasa sang guru menampar dirinya.

"Kok bapak nampar pak, saya bilang nggak tau, bukan saya pak," ujar siswa itu.

Baca juga: Viral Bocah 7 Tahun di Cianjur Datangi Polsek karena Tak Diberi Uang oleh Ibu, Ujungnya Diceramahi

"Hei saya kan nggak nampar, saya tanya kamu siapa yang gedor," balas guru tersebut.

Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah dilihat sebanyak lebih dari 25 ribu kali tayangan.

Lantas seperti apa kronologi kejadian sebenarnya?

Kronologi Kejadian

Belakangan diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SMKN 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), pada Selasa (17/10/2023).

Kepala SMKN 1 Tanjungpinang, Delisbeth mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya suara gedoran pintu yang cukup kuat.

Suara tersebut terdengar oleh guru berinisial ST yang sedang mengajar siswa kelas X.

Merasa terganggu dengan adanya suara tersebut, ST berinisiatif mendatangi murid kelas XI berinisial R.

Adu mulut di antara keduanya pun tidak terhindarkan sehingga menarik perhatian murid dan guru lainnya.

"Anak-anak di dalam kelas kaget. Lalu, guru keluar dan bertanya kepada siswa yang menggedor," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/10/2023), dikutip dari TribunBatam.

Menurut Delisbeth, peristiwa itu hanya sebatas salah paham yang membuat ST terpancing emosi.

"Salah paham, ada sebabnya kenapa guru agak meninggi suaranya, beliau terganggu dengan siswa yang berada di luar," jelas Delisbeth.

Mengenai adanya dugaan guru menampar murid, Delisbeth mengaku belum mengetahui pasti.

Hal itu karena ada pengakuan berbeda antara kedua belah pihak.

Baca juga: Ini Alasan SDN 4 Anyer Disegel Batu hingga Videonya Viral, Ada Pihak yang Ngaku Ahli Waris Tanah

"Versinya beda-beda, guru bilang nggak. Siswanya bilang iya. Tapi saksi lain, bilang hanya dipegang saja," kata Delisbeth.

Setelah kejadian itu, Delisbeth pun mengadakan mediasi antara guru dan murid.

Keduanya pun sepakat berdamai secara kekeluargaan.

Gubernur Kepri Turun Tangan

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya akan mencari tahu penyebab terjadinya perbuatan yang sempat viral itu.

"Secepatnya saya cek, tentunya ada sebab akibatnya hingga hal itu terjadi," kata Ansar pada Kamis (19/10/2023), dikutip dari Kompas.com.

"Saya akan minta penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri," tambah Ansar.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung membenarkan adanya kejadian yang berakhir viral tersebut.

Tetapi, Andi juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya perbuatan itu.

"Saya sudah langsung mengutus Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ke SMKN 1 Tanjungpinang. Kemarin mereka sudah melakukan rapat kecil untuk mencari solusinya," ungkap Andi.

Andi menjelaskan hal ini hanyalah kesalahpahaman saja, tapi Dinas Pendidikan Kepri akan mencarikan solusi yang terbaik agar hal-hal seperti ini tidak meski terjadi kembali.

"Yang paling utama akan dilakukan pembinaan, karena bagaimanapun pendidikan terhadap siswa terutama di lingkup SMA sederajat harus mengedepankan etika. Sebab penanganan anak di bawah umur dilarang menggunakan kekerasan," terang Andi.

"Ke depan kami berharap agar kedepan guru dan anak-anak didik selalu mengedepankan etika, tidak jaman lagi menggunakan kekerasan, tidak saja guru, anak didik juga kami minta untuk intropeksi diri, karena apa yang terjadi ini, merupakan citra buruk untuk dunia pendidikan di Kepri," pungkas Andi.

(Tribunjabar.id/Rheina Sukmawati) (Tribunbatam.id/Rahma Tika) (Kompas.com/Hadi Maulana)

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

#BeritaViral

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved