Sejak 2013 SDN 077 Sejahtera Kota Bandung Mendidik Murid-muridnya Mengolah dan Memilah Sampah
Berbagai pengolahan sampah tersebut, kata Ihat, menjadikan SDN 077 Sejahtera merupakan sekolah yang meraih status Adiwiyata Nasional pada 2013
Penulis: Tiah SM | Editor: Adityas Annas Azhari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para murid di SDN 077 Sejahtera Bandung turut terlibat dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Bandung.
Di sekolah dasar yang terletak di Jalan Sejahtera No 12, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi ini digelar program Jamping atau Jajan Makan Pake Misting.
Para murid diwajibkan membawa bekal dari rumah dan menggunakan wadah sendiri untuk jajan di kantin dan lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SDN 077 Sejahtera Bandung, Ihat Solihat mengatakan, program Jamping ini telah dilakukan sejak awal semester 2023. Tujuannya untuk mengurangi sampah mulai dari sumbernya.
Ia bersama tim Adiwiyata juga terus mengedukasi murid hingga pedagang agar tidak menggunakan plastik dan kemasan yang menghasilkan sampah.
"Hal terpenting mengurangi, sampah dari sumbernya. Para murid diwajibkan membawa misting. Lalu kita edukasi kepada para pedagang agar tidak melayani makanan jika murid tidak menggunakan misting," ujarnya kepada media, Kamis, (19/10/ 2023)
Baca juga: Sampah Menggunung di TPS Tegallega
SDN 077 Sejahtera juga memasukan pengolahan sampah berkelanjutan ke dalam kurikulum mereka melalui, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan pada tahun ajar 2021/2022 lalu.
Melalui kurikulum tersebut, para murid diberikan mata ajar pengelolaan sampah yang terbagi dalam tiga fase yakni fase A berupa pengolahan sampah cangkang telur yang dijadikan pupuk organik. Mata ajar ini diajarkan pada murid kelas 1 dan 2.
Kemudian fase B berupa pengolahan sampah buah dijadikan ecoenzyme. Dalam hal ini kulit buah difermentasi selama satu bulan.
Baca juga: Kebakaran Padam, Zona 1 dan 2 TPA Sarimukti Kembali Dibuka untuk Menampung Sampah Bandung Raya
Ecoenzyme digunakma untuk mempermudah pembusukan sampah, membasmi hama dan membersihkan lantai yang sudah kotor. Mata ajar ini diajarkan pada murid kelas 3 dan 4.
Terakhir adalah dase C berupa pengolahan sampah daun melalui teknik pengomposan bata terawang. Mata ajar ini diajarkan pada murid kelas 5 dan 6.
Tak hanya itu, para siswa juga dibiasakan untuk memilah sampah di sekolah sesuai kategori yang sudah ditentukan yaitu sampah plastik, sampah botol plastik, sampah kertas dan tutup botol melalui program Gomi Select.
Baca juga: Ribuan Pelajar SMA/SMK di Kota Bandung Deklarasi Gerakan Peduli Lingkungan, Pilah Sampah dari Rumah
"Gomi Select ini kami adopsi dari bahasa jepang yang berarti memilah sampah. Kenapa namanya Gomi? Ini untuk membuat nama yang menarik bagi siswa," ucapnya.
Hasil dari pemilihan sampah tersebut, para siswa diajarkan untuk mengolah sampah anorganik. Sampah plastik, diolah dengan sistem eco brick dan sampah kertas diolah menjadi berbagai kerajinan.
"Eco brick dari awal Agustus sudah terkumpul 10 kg sampah plastik. Ada pengolahan sampah kertas, Sampah kertas diolah menjadi kerajinan menjadi tempat pensil dan kerajinan lainnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/eco-brick-SDN-Sejahtera.jpg)