VIRAL Pasien Diduga Telantar Karena Pegawai Puskesmas di Sukabumi Asyik Senam, Faktanya Begini

Viral di media sosial pasien di Puskesmas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terlantar gara-gara pegawai puskesmas asyik melakukan senam di hala

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
Tangkapan layar
Video viral pegawai Puskesmas Cisolok Kabupaten Sukabumi asyik senam saat pasien antre hendak berobat, Kepala Puskesmas Cisolok pun memberikan pernyataan soal fakta sebenarnya. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Viral di media sosial pasien di Puskesmas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terlantar gara-gara pegawai puskesmas asyik melakukan senam di halaman Puskesmas.

Kepala Puskesmas Cisolok, Heri Suherman, membenarkan adanya soal video viral itu.

Namun, menurutnya hal itu tidak benar, pihak Puskesmas Cisolok tetap melakukan pelayanan terhadap pasien atau warga yang berobat.

Senam sendiri dilakukan pegawai Puskesmas Cisolok pada Jumat (29/9/2023) lalu, senam dilakukan pagi hari sebelum pelayanan dibuka.

Dalam video yang beredar, terlihat warga yang akan berobat sudah antre.

Heri menjelaskan, senam diselenggarakan Puskesmas Cisolok untuk memfasilitasi warga yang mau senam.

Baca juga: MENYEDIHKAN, Ibu di Cianjur Melahirkan di Tandu Dalam Perjalanan ke Puskesmas, Bikin Panik Warga

"Mengenai beredar di Tiktok tentang penyelenggaraan senam di puskesmas Cisolok, kami mangadakan senam prolanis, germas, dan Kes Olahraga. Setiap hari Jumat kami hanya memfasilitasi masyarakat untuk pelaksanaan senam. Namun pelayanan tetap berjalan," kata Heri via telepon, Jumat (6/10/2023).

Ia mengatakan, pemilik akun yang memposting kegiatan senam dan membuat viral pelayanan terganggu telah mengklarifikasi dan menghapus postingannya.

Menurutnya, pemosting video viral mengakui hanya terganggu dengan suara musik di sound system sebagai pengiring senam.

"Setelah tim kami klarifikasi dan musyawarah dengan pemilik akun TikToknya, alasan mengunggah adalah volume sound, tidak mempermasalahkankan pelayanan karena sudah terlayani," ujarnya

"Dan yang punya akun tidak tahu kalau ada program prolanis, germas dan kes olahraga, karena sebelumnya tinggal di luar negeri, yang punya akupun minta maaf, pihak kami pun minta maaf atas terganggunya saat pelayanan," katanya.

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Perawat Dialisis, PP IPDI Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional di Bandung

"Akun tersebut sudah dihapus, dan bila ada viral lagi, yang punya akun akan klarifikasi kepada pihak yang meyebarkan. Sudah ditanda tangan dengan materai kedua belah pihak," ucap Heri. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved