Berita Viral

Viral Sosok Mbok Yem, Pemilik Warung di Gunung Lawu Menolak Dievakuasi saat Kebakaran Demi Kucingnya

Sosok Mbok Yem menjadi sorotan karena disebut menolak dievakuasi ketika kebakaran hutan melanda Gunung Lawu.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Kompas.com/Sukoco
Sosok Mbok Yem menjadi sorotan karena disebut menolak dievakuasi ketika kebakaran hutan melanda Gunung Lawu. 

TRIBUNJABAR.ID - Sosok Mbok Yem menjadi sorotan karena disebut menolak dievakuasi ketika kebakaran hutan melanda Gunung Lawu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Salah satu video yang memperlihatkan kebakaran di Gunung Lawu dibagikan oleh akun TikTok @explorejogorogo.

Dalam narasi videonya, disebutkan bahwa warung milik Mbok Yem sudah terbakar setengahnya.

"Menurut informasi 1/2 dari warung Mbok Yem sudah terbakar," tulis narasi dalam video itu, dikutip pada Selasa (3/10/2023).

Video itu lantas mendapatkan sorotan dari para warganet yang mengkhawatirkan sosok Mbok Yem.

Terlebih, Mbok Yem adalah sosok legendaris yang tak asing bagi para pendaki khususnya yang berkunjung ke Gunung Lawu.

Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari 32 ribu kali.

Lantas siapakah sosok Mbok Yem?

Sosok Mbok Yem

Warung mbok Yem di Puncak Gunung Lawu
Warung mbok Yem di Puncak Gunung Lawu dipastikan aman tidak terbakar mesti kawasan puncak Gunung Lawu habis terbakar. Mbok Yem menolak turun dari Gunung Lawu demi menemani si Temon monyet peliharaannya.

Baca juga: Suhu Majalengka Makin Panas, Warga Diminta Hati-hati Tak Main Api, Riskan Kebakaran

Mbok Yem memiliki nama lengkap Wakiyem. Ia juga mendapatkan julukan "Legenda Gunung Lawu".

Hal itu karena ia memiliki warung bernama "Warung Puncak Lawu 'Argo Dalem'" yang berada di ketinggian 3.150 mdpl atau hanya berselisih 115 mdpl dari puncak gunung.

Diketahui, warung tersebut telah ada sejak tahun 1980-an.

Selain berjualan di warung tersebut, Mbok Yem juga tinggal dan menetap di sana.

Sementara itu, untuk memenuhi operasional warung, Mbok Yem mendapatkan bantuan dari kerabatnya.

Kerabatnya itu pula yang memasok stok dagangan yang berasal dari orang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved