Kamis, 9 April 2026

Sukabumi Diguncang Gempa 5,4 SR, PLN Pastikan Kelistrikan Aman

Pascagempa berkekuatan magnitudo 5,4 Skala Richter (SR) di wilayah Sukabumi, Minggu pagi (1/10), kondisi kelistrikan dipastikan aman

Editor: Siti Fatimah
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pascagempa berkekuatan magnitudo 5,4 Skala Richter (SR) di wilayah Sukabumi, Minggu pagi (1/10), kondisi kelistrikan dipastikan aman dan tidak terdampak. 

Setelah gempa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, petugas PLN di lapangan melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada jaringan listrik tegangan menengah maupun gardu distribusi yang padam. 

“Kami terus memantau kondisi kelistrikan di wilayah Sukabumi pascagempa. Saat ini tidak ada jaringan listrik dan gardu yang terdampak gempa,” papar Yuniar Budi Satrio Manager PLN UP3 Sukabumi. 

Baca juga: Pasca-Gempa Bumi 5.4 Magnitudo Sukabumi Masih Terkendali, Belum Ada Laporan Kerusakan

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika terjadi bencana. Warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. 

Unuk mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mengaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile. 

Gempa bumi tektonik terjadi di wilayah Sukabumi dan dapat dirasakan sampai Bogor dan Bandumh, Minggu (1/10/2023) pukul 11.00.26 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,26° LS ; 106,52° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukabumi, pada kedalaman 104 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Jawa Barat. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," kata Daryono melalui pesan tertulis, Minggu (1/10/2023).

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Cisolok, Kota Sukabumi, dan Kota Sukabumi dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Sawarna, Pelabuhan Ratu, Soreang, Cianjur, dan Cipanas dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Baca juga: Sukabumi Diguncang Gempa Bumi, Warga di Sekitar Kawasan Titik Guncangan Merasakan 2 Kali Getaran

Kemudian terasa di daerah Cibadak dan Bandung dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Bogor dan Lebak dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). 

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved