Minggu, 31 Mei 2026

Mantan Kepala Bais Heran Publik Ributkan Jokowi Tahu Data Intelijen Arah Parpol, Ungkap soal Cabai

Laksdya (Purn) Soleman B Ponto heran dengan beberapa pihak yang meributkan ucapan Presiden Joko Widodo.

Tayang:
Editor: Giri
TRIBUNJABAR/Hilman Kamaludin
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan di Stasiun Padalarang, KBB, Rabu (13/9/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) periode 2011-2013 Laksdya (Purn) Soleman B Ponto heran dengan beberapa pihak yang meributkan ucapan Presiden Joko Widodo.

Jokowi sebelumnya mengatakan memegang data intelijen mengenai arah partai politik (parpol) menjelang Pilpres 2024.

Mengenai hal itu, Ponto justru mengatakan, hal sesimpel data mengenai cabai keriting di pasar pun dilaporkan oleh BAIS TNI.

"Ya enggak tahu kenapa itu kok itu diributkan. Itu kan sudah dari dulu seperti itu. Sekarang coba, cabai keriting di seluruh pasar induk itu kita laporkan jam delapan pagi sampai jam delapan malam. Kan orang enggak tahu, coba. Itu saja kita laporkan. Apalagi yang lain-lain," ujar Ponto dalam program Satu Meja Kompas TV, seperti dikutip pada Jumat (22/9/2023).

BAIS sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang intelijen, menurut Ponto, pasti melaporkan segala sesuatu yang terjadi di Indonesia.

Dia menekankan tidak ada satupun kejadian di Indonesia yang luput dari intelijen.

Baca juga: Pusat Latihan Sepak Bola Nasional Dibangun di IKN, Jadi Tempat Pengembangan Juga, Ini Harapan Jokowi

Ponto menegaskan arah parpol juga tercatat dalam laporan intelijen BAIS.

"Tidak ada satupun kejadian di negeri ini yang tidak dilihat, yang tidak dilaporkan, dan tidak ditulis. Semua tertulis. Tidak ada satupun (tidak dilaporkan)," tuturnya.

Ponto yang menjabat sebagai Kepala BAIS sampai 2013 pun mengakui bahwa lembaga yang dia pimpin itu meneliti arah parpol menjelang Pemilu 2014.

Namun demikian, Ponto mengingatkan, tidak semua data intelijen dibutuhkan oleh pemimpin, dalam hal ini presiden.

"Intelijen itu bagi seorang pemimpin, misalnya saya komandan, saya sudah punya namanya intelijen dasar itu 60 persen dari situasi yang akan dilihat. Sehingga saya akan cari hanya 40 persen dari intelijen itu. Saya akan keluarkan namanya UUK, unsur utama keterangan, yang untuk mendapatkan 40 persen itu," jelas Ponto.

Baca juga: Ada Buat Lulusan SMA, Badan Intelijen Negara Buka 1000 Lowongan Kerja, Dibuka Mula 17 September

"Jadi, kalaupun presiden mau ngomong itu, jangan salahkan itu data dari intelijen, enggak. Enam puluh persen sudah ada di otak beliau. Sehingga hanya 40 persen yang masuk dari intelijen. Jadi, kalaupun kita kasih (data) yang banyak, tapi kalau itu tidak menarik perhatian beliau, tidak ada intelijen dasar di kepala beliau, itu enggak akan ada manfaat," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku telah mengetahui apa yang diinginkan oleh partai-partai politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal ini ia sampaikan di hadapan relawan pendukungnya saat membuka Rapat Kerja Nasional Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Hotel Salak, Bogor, Sabtu (16/9/2023).

"Saya tahu dalamnya partai seperti apa saya tahu, partai-partai seperti apa saya tahu. Ingin mereka menuju ke mana juga saya ngerti," kata Jokowi, Sabtu, dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca juga: Sosok Rafael Granada Danpaspampres Baru, Rekam Jejak Tak Sembarangan, Pengalaman di Badan Intelijen

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved