Lini Masa Kepemimpinan Dony-Erwan di Sumedang, Tancap Gas Kabupaten Digital

Lini masa kepemimpinan Dony-Erwan di Sumedang diantaranya terus tingkatkan mewujudkan kabupaten Digital

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
kiki andriana
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati, Erwan Setiawan habis masa jabatannya. Penjabat Bupati Sumedang akan dilantik pada 20 September 2023. 

Namun, bagaimana kepemimpinan Dony-Erwan di Sumedang dimulai? 

Dahulu, setelah dilantik pada 20 september 2018, keduanya langsung tancap gas menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai kabupaten dengan basis digital yang kuat. 

Di bawah kepemimpinan Dony-Erwan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dopacu untuk terus meningkatkan pelayanan dan memduahkan pelayanan itu dengan aplikasi-aplikasi digital. 

Berbagai inovasi dicurahkan dalam bentuk berbagai platform digital.

Hanya satu tujuannya, pelayanan publik meningkat dan berkualitas. 

"Dengan memanfaatkan teknologi, layanan kepada masyarakat luas diupayakan lebih ringkas, lebih murah dan lebih cepat," kata Bupati Dony Ahmad Munir dalam jawaban atas wawancara tertulis TribunJabar.id, dikutip Senin (18/9/2023).  

Kini, Sumedang telah menjadi rujukan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia.

Dony-Erwan menjalankan kepeimpinan bukan hanya pada lapisan teknis dan praktis, namun jauh mewarnai situasi kerohanian para aparatur sipil negara. 

Baik Dony maupun Erwan selalu memgngatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan ada balasannya. Jika berbuat buruk, keburukan akan sampai pula kepada pelakunya. 

"Dalam tataran birokrasi, aparatur pemerintah daerah diingatkan untuk selalu memudahkan urusan orang lain. Karena dengan memberi kemudahan pada orang lain, maka urusan kita juga akan dipermudah," kata Dony. 

Dony mengingatkan, keputusan seseorang menjadi aparatur sipin negara adalah untuk melayani. Bukan untuk dilayani. 

Dengan digitalisasi, buahnya terasa. Lima  permasalahan yang dihadapi Kabupaten Sumedang selama ini, yakni angka kemiskinan dan pengangguran tinggi, biaya pendidikan dan kesehatan mahal, rusaknya infrastruktur jalan, terbatasanya investasi dan pertumbuhan ekonomi, serta kinerja pemerintahan daerah yang rendah diselesaikan secara bertahap.

Semuanya diatasi melalui visi "Sumedang Simpati" yang merupakan kependekan dari "sejahtera masyarakatnya, agamis aklaknya, maju daerahnya, profesional aparaturnya, dan kreatif ekonominya".

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved