Selasa, 14 April 2026

Persib Bandung

Aksi Menepi Sejenak Komunitas Bobotoh Belum Menemui Titik Terang, Ketua Umum VPC Jelaskan Progresnya

Secara umum, menepi sejenak berarti para Bobotoh di komunitas lebih memilih tidak pergi ke stadion dan menonton laga Persib di rumah atau tempat umum.

Tribun Jabar/ Cipta Permana
Dokumentasi--- Ketum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar (tengah) menjelaskan aksi pemberian suntikan moril kepada para pemain di Stadion Persib, Rabu (30/8) / Cipta Permana. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pendukung fanatik Tim Persib Bandung yang tergabung dalam komunitas Bobotoh masih belum surut menyuarakan aksi 'Menepi Sejenak'.

Secara umum, menepi sejenak berarti para Bobotoh di komunitas lebih memilih tidak pergi ke stadion dan menonton laga Persib di rumah saja.

Ini adalah simbol gerakan dari komunitas Bobotoh terkait kebijakan penerapan sistem tiketing oleh Panitia Pelaksana Persib Bandung yang selalu bikin susah Bobotoh. Namun mereka tetap mencintai tim kesayangan dengan tetap mendukung Pangeran Biru di luar lapangan. 

Terkait aksi menepi sejenak yang belum selesai, Ketua Umum Viking Persib Club (PVC), Tobias Ginanjar Sayidina, kembali angkat bicara.

Tobias mengatakan bahwa dirinya masih belum mengetahui secara pasti kapan aksi menepi sejenak berakhir dan komunitas Bobotoh kembali datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk mendukung Persib.

"Keputusan menepi ini merupakan keputusan bersama yang telah didiskusikan di internal masing-masing kelompok. Tentunya ketika ingin mengubah keputusan, harus disepakati bersama. Jadi tidak ada waktu yang pasti, ini tergantung kesepakatan kelompok-kelompok tersebut," tulis Tobias dikutip di akun pribadi X @toptobs, Minggu (17/9/2023).

Diketahui sebelumnya, aksi menepi sejenak ini di latarbelakangi oleh rasa kecewa komunitas bobotoh, terhadap manajemen yang dianggap mempersulit dengan adanya kebijakan sistem penjualan tiket terbaru.

Terdapat dua tuntutan utama yang dilayangkan komunitas Bobotoh, yaitu seperti kenaikan harga tiket yang tidak sesuai dengan pelayanan, serta sistem pembelian tiket yang menurut mereka terkesan dipersulit.

Pria kelahiran Bandung, 21 April 1986,  menjelaskan dirinya selalu berkomunikasi dengan komunitas Bobotoh lainnya tentang progres dari aksi menepi sejenak terhadap manajemen Persib.

"Terkait seperti tidak ada pergerakan. Sebenarnya semua kelompok rutin berkomunikasi untuk membicarakan update, progres dan opsi-opsi langkah yang rasional untuk diambil. Cuma memang tidak semua upaya, harus di share ke media sosial untuk kepentingan keefektifan langkah," tututr adik artis dan politikus Rachel Maryam Sayidina.

Tobias mengatakan aksi menepi sejenak ini sudah dipikir matang-matang oleh pihaknya dan akan terus mengambil langkah yang rasional untuk mendapatkan tujuan akhir yaitu berdialog dengan pihak manajemen Persib, bukan berakhir demonstrasi masal.

Karena menurutnya, aksi apapun akan berujung dengan dialog untuk menyamakan persamaan yang belum tersampaikan dan menemukan jalan tengah untuk sebuah perbedaan.

"Demo memang terkesan seperti heroik. Tapi tahu sendiri yang bakal nemuin siapa dan biasanya tidak akan mengubah keputusan, karena yang ditemui nanti bukan pengambilan keputusannya. Belum lagi ada resiko disusupi atau lainnya yang mungkin akan men-downgrade perjuangan yang sedang dilakukan. Menurut saya, boikot levelnya sudah lebih tegas dan keras daripada demo. Karena sudah menarik diri dengan tidak membeli tiket yang merupakan income manajement Persib," ujarnya.

Tobias mengungkapkan aksi menepi sejenak sudah mulai mengguncang manajemen Persib meskipun masih dalam cara terselubung.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved