Minggu, 10 Mei 2026

Minggu Depan Ada Operasi Pasar di Kota Bandung, 300 Ton Beras Akan Digelontorkan

Operasi pasar akan dimulai di Kecamatan Rancasari, Coblong, dan Sukasari. Adapun bantuan dari Bank Indonesia berupa tenda, kursi.

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
putri puspita/tribunjabar
Penjual beras di Pasar Kosambi, Kamis (14/9/2023). Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung bakal menggelar operasi pasar di 30 kecamatan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung bakal menggelar operasi pasar di 30 kecamatan.

Bekerja sama dengan Perum Bulog, sebanyak 300 ton beras medium akan digelontorkan mulai Selasa (19/9).

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah menyampaikan bahwa operasi pasar beras medium tak hanya bekerjasama dengan Bulog, melainkan ada pula dari Bank Indonesia perwakilan Jabar.

"Alokasi (beras) ke kecamatan setelah dapat persetujuan pimpinan Bulog Jabar itu 10 ton setiap kecamatan. Jadi, total ada 300 ton yang kami gelontorkan saat operasi pasar nanti," katanya, Kamis (14/9).

Pelaksanaan operasi pasar, lanjutnya, digelar dari 19 September sampai 10 Oktober 2023. Elly menyebut, setiap harinya dilaksanakan untuk tiga kecamatan di Bandung.

"Jadi, kami hanya butuh 10 hari jika menjangkau 30 kecamatan. Harga jualnya pun 5 kilogram beras medium Rp 51 ribu atau Rp 10.200 per kilogram, sedangkan sekarang harga beras medium di pasar tradisional mencapai Rp 12.500 sampai Rp 13 ribu per kilogramnya," ujarnya.

Operasi pasar akan dimulai di Kecamatan Rancasari, Coblong, dan Sukasari. Adapun bantuan dari Bank Indonesia berupa tenda, kursi, dan meja per kecamatannya.

"Wajib yang mendapatkannya itu warga Bandung dengan memperlihatkan KTP kota Bandung dan sesuai dengan kecamatannya. Setiap orang maksimalnya itu 10 kilogram," katanya.

Elly menjelaskan jika operasi pasar yang bakal digelar ini guna mengendalikan harga beras medium di pasar, mengendalikan inflasi, dan menstabilkan harga.

"Semoga harganya lebih stabil jadi bisa turun lagi mendekati HET atau minimal ada penurunan harga beras medium di Bandung," ujarnya.

Tak hanya di kota Bandung, kenaikan harga beras juga terjadi di sejumlah kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Di Pasar Rebo Purwakarta, harga beras mengalami kenaikan sekitar Rp 3 ribu per kilogram untuk setiap jenis beras. Fadlan, pedagang beras di Pasar Rebo, mengatakan kenaikan harga beras dipicu karena pasokan gabah dari petani yang langka.

"Karena kemarau panjang kan, membuat petani gagal panen. Jadi pasokan gabah ke produsen langka, terus harga beras jadi mahal," ujar Fadlan. "Untuk beras murah itu yang biasanya cuman Rp 7 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 10 ribu. Terus untuk beras medium dari Rp 10 ribu sekarang jadi Rp 13 ribu per kilogram."

Stok Aman

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan ketersediaan pangan melalui monitoring sejumlah pasar di Jawa Barat. Bey mengungkapkan hal itu saat mendampingi Presiden RI  di Pasar Johar, Karawang, Kamis (14/9).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved