Kamis, 28 Mei 2026

Bergelantungan di Dinding Kematian, Iwan Kwecheng dan Nurhuda Kibarkan Merah-Putih di Puncak Eiger

Di tengan cuaca ekstrem, dua pendaki asal Indonesia, Iwan Kwecheng Irawan dan Nurhuda berhasil mencapai puncak Gunung Eiger di Swiss, Rabu (6/9).

Tayang:
Editor: Arief Permadi
DOKUMENTASI EIGER ADVENTURE
Dua pendaki Indonesia, Iwan Kwecheng dan Nurhuda, saat tiba di Puncak Gunung Eiger di Swiss, Rabu (6/9/2023) 

Oleh Arief Permadi, Jurnalis Tribun Jabar

SWISS, TRIBUNJABAR.ID - Dua pendaki asal Indonesia, Iwan Kwecheng Irawan dan Nurhuda berhasil mencapai puncak Gunung Eiger di Swiss, Rabu (6/9). Berjuang bergelantungan di dinding kematian yang hampir tegak lurus, merah-putih berkibar, persis pukul 13.50, di puncak paling timur sekaligus paling terkenal setinggi 3.967 meter di pegunungan Alpen tersebut.

EIGER menjadi satu dari dua puncak gunung lainnya yang rencananya mereka daki dalam misi Alpine Trilogy, September ini. Dua gunung lainnya, Mont Blanc (4.807 Mdpl) di perbatasan Italia dan Prancis, serta Matterhorn (4.487 Mdpl) di perbatasan Italia dan Swiss.

Selain Kwecheng dan Nurhuda, dua pendaki lainnya, Muhammad Wahyudi dan Muhammad Miftakhudin juga ikut dalam ekspedisi yang digagas oleh Komite Ekspedisi Wanadri Indonesia (KEWI) ini. Sayang, keduanya tak bisa melanjutkan pendakian. Cedera lutut menghentikan mereka.

Iwan Kwecheng mengatakan, tebing Gunung Eiger sedianya akan menjadi tebing terakhir yang mereka panjat dalam ekspedisi ini. Awalnya, kata Kwecheng, mereka akan lebih dahulu menjajal Mont Blanc. Namun, cuaca panas ekstrem yang melanda Eropa, pendakian ke Mont Blanc terpaksa ditunda karena jalur pendakian ternyata tengah ditutup. 

“Informasi kami terima mendadak, Mont Blanc ditutup karena gletser atau bongkahan es besar di jalurnya semakin retak dan menganga akibat gelombang panas, tak aman untuk pendakian,” kisah Iwan, yang saat dihubungi tim Eiger Adventure, Sabtu (9/9)  malam masih berada di Swiss itu.

Karena sudah tiba di Kota Chamonix, sekitar kawasan Pegunungan Alpen, sejak Senin (21/8), tim pun akhirnya memutuskan melanjutkan ekspedisi menuju puncak kedua, yakni Matterhorn.

Berawal dari Desa Zermatt, desa terdekat menuju Matterhorn, cuaca lagi-lagi tak sesuai dengan rencana. Di Zermatt malah turun badai salju. 

“Sejak dari Zermatt badai salju besar datang hingga menghadang kami di tengah jalur, tepatnya di Solvayhuette. Terlalu berbahaya untuk dilanjutkan hingga puncak Matterhorn. Akhirnya kami kembali ke Zermatt,” ungkap Iwan. 

Usai memulihkan fisik dan mental selama tiga hari, Iwan Kwecheng, Nurhuda, Wahyudi, dan Miftakhudin pun melanjutkan misi ketiga, Gunung Eiger.

Menurut Iwan, Gunung Eiger secara teknis termasuk satu dari pendakian tersulit di dunia. Gunung Eiger pula yang menjadi inspirasi dari nama brand perlengkapan luar ruang asal Bandung, EIGER Adventure, yang kali ini juga ikut mendukung ekspedisi mereka. 

"Jalur pertama ke puncak Eiger kami coba lewat Heckmair, tapi pijakan di atas es dinding Eiger jalur Heckmair terus menerus runtuh karena cuaca panas. Akhirnya kami ubah jalur melalui West Flank. Kondisi salju yang mencair karena suhu panas juga terjadi di jalur West Flank, namun jalurnya tidak seberbahaya jalur Heckmair,” cerita Iwan. 

Akhirnya, Rabu 6 September 2023 pukul 13:50 waktu Swiss, Merah-Putih pun berhasil dikibarkan di puncak gunung yang tersulit dan paling berbahaya di dunia itu. 

Perjalanan mendaki menuu Puncak Gunung Eiger
Perjalanan mendaki menuu Puncak Gunung Eiger (DOKUMENTASI EIGER ADVENTURE)

Usai mencapai puncak Eiger, kata Iwan, satu malam dihabiskan untuk pemulihan dan mendirikan bivak menggantung di dinding Eiger. Setelah anggota tim yang cedera pulih, mereka pun berhasil turun ke kaki Pegunungan Alpen, Kamis (7/9) pukul 14.00 WIB. 

“Namun, ekspedisi belum usai, masih ada beberapa percobaan lagi menuntaskan misi Alpine Trilogy. Mohon doa dan dukungan semoga empat orang pendaki asal Indonesia di Pegunungan Alpen selalu diberikan perlindungan, keselamatan dan kesehatan hingga kembali ke Indonesia,” kata Iwan. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved