Ormas Katolik dan KPU Jabar Diskusikan Partisipasi Umat Katolik dalam Pemilu, Siap Berkolaborasi
Empat ormas Katolik menyempatkan diri berdiskusi khusus dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar soal angka partisipasi umum.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Empat organisasi kemasyarakatan (ormas) Katolik menyempatkan diri berdiskusi khusus dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar soal angka partisipasi umat dalam pemilu.
Keempat ormas Katolik itu, Pemuda Katolik Jawa Barat (Jabar), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Jabar, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bandung dan DPD Vox Point Jabar ingin memperkuat partisipasi umat Katolik dalam salah satu proses politik penting di Tanah Air itu.
Hal tersebut disampaikan inisiator audiensi Ketua Pemuda Katolik Jabar, Edi Silaban dalam audiensi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jabar di Kantor KPU Jabar, Jl Garut 11 Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/9/2023).
Edi Silaban, melalui siaran persnya, menuturkan sebagai Ormas Katolik pihaknya bersama beberapa pimpinan ormas memiliki kepentingan mendalam dalam memastikan proses demokrasi yang sehat dan inklusif.
"Tentu perjumpaan ini merupakan langkah silaturahmi ormas Katolik yang memiliki perhatian khusus terhadap partisipasi, dan integritas dalam pemilihan umum 2024.
Kami kompak untuk melakukan pengembangan pemahaman pemilih, memperkuat partisipasi umat Katolik dalam proses tahapan pemilu, serta langkah-langkah untuk memastikan pemilihan umum yang aman dan adil" ucap Edi.
Edi menyoroti tantangan disparitas akses pendidikan pemilih masih terdapat kesenjangan dalam akses pemilih terhadap pendidikan politik, informasi pemilu dan tantangan praktik politik uang.
"Hasil riset DCS internal kami menunjukan ada 70 caleg Katolik dari seluruh tingkatan yang turut berkontestasi pada pileg di Provinsi Jabar. Kami memotret masih minimnya partisipasi umat sebagai penyelenggara pemilu. Tentu ini masih menjadi otokritik bagi kami," ungkap Edi.
Anggota KPU Jawa Barat, Nina Yuningsih yang hadir bersama dua anggota lainnya yaitu Kadiv Sospermas, Reza Alwan Sovnidar, dan Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Jabar, Endun Abdulhaq menyambut baik kedatangan ormas Katolik di Kantor KPU Jabar.
"Kami sangat mengapresiasi adik-adik Pemuda Katolik, ibu-ibu ormas Katolik, WKRI dan Vox Point serta PMKRI yang mau hadir di KPU. Ini rumah kita bersama, kita harus bersama-sama ambil bagian dalam membangun bangsa ini khususnya dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tahun depan.
Ada 27 Kota/Kabupaten di Jabar tambah 1 Provinsi jadinya 28. Ini tugas besar, tugas berat jadi tidak bisa KPU sendiri, butuh dukungan dari ormas-ormas Katolik," sambut Kadiv Perencanaan dan Logistik KPU Jabar itu.
Pihaknya, lanjut Nina, merasa bersyukur dapat menjangkau lebih luas serta siap bermitra serta berkolaborasi dengan ormas Katolik di Jawa Barat.
Dalam kesempatannya, Ketua Presidium WKRI DPD Jabar, Wantyana Wahyu menyampaikan WKRI tidak berpolitik praktis, tapi merasa penting untuk mengambil peran dalam mencerdaskan anak anak bangsa.
"Dalam hal ini pemahaman dan keikutsertaan mereka dalam menyukseskan hajatan 5 tahunan pemilu 2024, ini adalah tugas dan tanggungjawab kami sebagai organisasi perempuan untuk mewujudkan 100 persen Katolik 100% Indonesia," katanya.
Sementara itu, Perwakilan Vox Point Indonesia DPD Jabar, Andra Wahyu Hartawanti menambahkan bahwa pihaknya bagian ormas yang diperbolehkan berpolitik praktis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/PEMUDA-KATOLIK-DI-KPU-JABAR.jpg)