Pilpres 2024
Hasto Buka Suara soal Peluang Demokrat Merapat ke PDIP dan SBY Bertemu Mega
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tiba-tiba ditunjuk Anies Baswedan menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Partai Demokrat ditinggal Partai NasDem saat mengumumkan pasangan Anies Baswedan-Cak Imin untuk maju di Pilpres 2024.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tiba-tiba ditunjuk Anies Baswedan menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024.
Hal ini membuat Partai Demokrat dongkol karena sebelumnya Agus Harimurti Yudhoyono digadang-gadang akan dipilih Anies.
Bahkan setelah deklarasi Anies Baswedan-Muhamin Iskandar itu, muncul surat tulisan tangan Anies Baswedan yang meminta AHY jadi cawapresnya.
Setelah meninggalkan Koalisi-nya Anies, Demokrat kini belum memiliki koalis.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) membuka suara mengenai kemungkinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu.
Isu kemungkinan Megawati dan SBY bertemu muncul setelah Demokrat ditinggal NasDem di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Hasto mengatakan pihaknya melakukan agenda-agenda pemenangan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden secara bertahap.
"Kita kan semuanya bertahap, mengadakan pemenangan Pemilu," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (4/9/2023).
Baca juga: KPU Larang Kampanye di SMA, di Kampus Harus Izin Rektor, Hanya pada Hari Tertentu
Dia menuturkan pihaknya akan melakukan penggalangan dari partai politik (parpol) setelah Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar komposisinya lengkap pada 13 September 2023.
Hasto menjelaskan TPN Ganjar itu nantinya akan mendapat pengarahan dari dewan pengarah, yakni ketua umum parpol pendukung Ganjar.
"Di situlah komunikasi secara intens dengan partai politik lain, dengan tokoh-tokoh masyarakat itu akan dilakukan," ucapnya.
Adapun Demokrat telah resmi mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.
Selain mencabut dukungan, Demokrat juga menyatakan keluar dari koalisi pengusung Anies.
Hal ini disebabkan sikap NasDem dianggap sepihak melakukan kerja sama dengan PKB untuk mengusung pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.(Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/AHY-memberikan-pernyataan-sikap.jpg)