Minggu, 19 April 2026

Belum ada Instruksi DPP Terkait Munculnya Nama Muhaimin, PKS Jabar Masih Bersama Anies Baswedan

PKS Jabar belum dapat menyatakan sikap atas mencuatnya wacana pencalonan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan capres dan cawapres.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Januar Pribadi Hamel
DOK DPRD JABAR
Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PKS Jabar belum dapat menyatakan sikap atas mencuatnya wacana pencalonan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan capres dan cawapres.

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Ia mengatakan pihaknya pun belum mendapat arahan terbaru dari DPP PKS ihwal adanya wacana Anies yang awalnya hanya diusung Nasdem, PKS, dan Demokrat tersebut.

"Kami belum dapat instruksi yang baru. Oleh karena itu, kita masih bersama dengan Anies Baswedan," kata Haru melalui ponsel, Jumat (1/8/2023).

Sebelumnya dilansir kompas.com, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan keputuan resmi memasangkan bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menunggu dinamika politik beberapa hari ke depan.

Ia menyatakan, sampai saat ini belum ada keputusan resmi keduanya bakal maju bersama sebagai bacapres dan bakal calon wakil presiden (bacawapres).

“Jadi kita tunggu perkembangan 1-2 hari ini,” ucap Surya di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Surya mengaku mendapatkan informasi bahwa deklarasi Anies-Muhaimin bisa jadi dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/8/2023). Namun, menurut dia, rencana tersebut baru sebatas ide.

“Ada saya dengar seperti itu, tapi belum terkonfirmasikan secara pasti bagi saya. Jadi barangkali, baru mungkin sebuah ide, gagasan dari kawan-kawan,” tutur dia.

Ia mengeklaim sudah memiliki hubungan baik sejak lama dengan Muhaimin. Bagi Nasdem, kata Surya, Wakil Ketua DPR RI itu bukan figur baru.

“Ya Cak imin kan bukan orang lama. Puluhan tahun yang lalu saya anggap adik saya,” kata dia.

Di sisi lain, Surya ingin agar KPP tetap bertahan jika akhirnya Anies berpasangan dengan Muhaimin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Namun, ia menghormati keputusan Partai Demokrat jika ingin keluar dari koalisi pengusung Anies.

Sebab, Demokrat menuding langkah memasangkan Anies dengan Muhaimin merupakan pengkhianatan politik.

“Karena harapan kita semuanya bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama,” ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved