Analisis BMKG tentang Gempa Bumi Magnitudo 7,1 di Utara Lombok Dini Hari Tadi, Ada Dua Aftershock

Gempa bumi tektonik terjadi di Laut Jawa, utara Lombok, Selasa (29/8/2023) pada pukul 02.55.32 WIB.

|
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Pixabay.com
Ilustrasi - Gempa bumi tektonik terjadi di Laut Jawa, utara Lombok, Selasa (29/8/2023) pada pukul 02.55.32 WIB. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gempa bumi tektonik terjadi di Laut Jawa, utara Lombok, Selasa (29/8/2023) pada pukul 02.55.32 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,1.

Namun gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui siaran tertulisnya mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,94° LS ; 116,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 163 kilometer arah timur laut Lombok Utara, NTB.

Titik gempa dikedalaman 525 kilometer.

Baca juga: Warga Sukabumi Dibikin Kaget dengan Guncangan Gempa Bumi di Banten Bermagnitudo 5,7 pada Kamis Siang

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam (deep focus) akibat adanya aktivitas slab pull (tarikan extensional Lempeng Australia ke bawah) pengaruh gaya gravitasi," kata Daryono.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan kombinasi pergerakan mendatar turun (oblique normal).
 
Gempa bumi ini dirasakan di Kuta dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gianyar, Denpasar, Waingapu, Lombok, Sumbawa IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Karangkates III - IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Banjarmasin, Kuta Selatan, Tabanan III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Trenggalek II - III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
 
Hingga pukul 03.22 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 6,1 dan 6,5.

Baca juga: Banyak Terima Laporan Dugaan Pungli, Dansatgas Gempa Cianjur Bakal Proses ke Polisi

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved