Mengenal Sosok Heroik Teddy Kardin, Empu Pisau Militer Indonesia, Lewat Buku The Shadow Knight
Teddy merupakan pembuat pisau dengan standar khusus untuk kalangan militer dan kini sudah dikenal di dunia
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siapa yang tidak mengenal Teddy Kardin? Empu pisau militer asal Indonesia ini diakui pasar global bahkan militer Amerika Serikat.
Ppisau buatannya kini sudah dimiliki oleh penggemar di 12 negara di dunia dan mendapatkan pengakuan dari American Iron Standard Institute.
Teddy merupakan pembuat pisau dengan standar khusus untuk kalangan militer yang dibuat dari bengkel bernama T. Kardin.
Teddy memulai karirnya sebagai geolog profesional sebagaimana lazimnya sarjana baru, segera setelah lulus sebagai insinyur ITB.
Baca juga: Dukungan Eks Aktivis 98 Semakin Membuktikan Prabowo Sosok yang Terbuka dan Merangkul
Tak sampai 10 tahun kemudian, ia sudah memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi kandungan minyak di alam.
Hal ini didapatkan dari bekal pengalamannya Kepanduan dan Pramuka semasa kecil dan Wanadri semasa mahasiswa, serta ‘passion’ nya terhadap karakter alam dan manusia.
Teddy adalah sosok yang ‘merdeka’ dalam menentukan sikap.
Ia tidak bergantung pada uang, atau penghargaan yang akan diterimanya, atau desakan orang yang berusaha mempengaruhinya, sikapnya bergantung pada prinsip yang dianutnya.
Kisah inspiratif Teddy Kardin ini pun dituangkan dalam buku berjudul The Shadow Knight yang ditulis oleh Alexander Mering.
Alexander mengatakan, Teddy Kardin adalah orang yang cinta tanah air dan menariknya memiliki perawakan yang kasar, keras, tetapi berhati lembut.
"Di dalam buku yang saya tulis ini, ada foto dia sedang menyisir jenazah temannya yang meninggal dan itu menyentuh kami ketika melihat foto itu," kata Alexander dalam peluncuran bukunya di Nu Art Sculpture Park, Jalan Setraduta Raya, Sabtu (19/8/2023).
Selain itu juga ada kisah tentang bagaimana Teddy membantu temannya yang susah payah melawan kebijakan perusahaan menggunakan helikopter untuk menjemput dokter demi membantu warga desa yang terkena campak pada tahun 1985.
Menurutnya, Teddy Kardin adalah contoh ksatria yang berjuang dalam diam.
Ia terlahir dengan gen keberanian yang melampaui keberanian rata-rata, banyak menuai pengalaman hidup yang membahayakan diri namun dilakukan dengan penuh kesadaran demi menjaga martabat.
Siap-siap Macet di Taman Sari Kota Bandung, ITB Gelar Wisuda di Sabuga Mulai Hari Ini sampai Minggu |
![]() |
---|
IATL ITB Membangun Kelembagaan Lokal untuk Atasi Persoalan Sampah di Kota Bandung |
![]() |
---|
Bebas Sampah Bukan Mimpi, BSID Luncurkan Platform untuk Lawan Krisis Sampah |
![]() |
---|
Diskusi Panel ICMEM 2025 di SBM ITB |
![]() |
---|
ITB Ciptakan Sistem Digitalisasi Peternakan, Bisa Beri Makan Ayam Melalui Ponsel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.