Sosok Oknum Polisi di Jawa Barat Diduga Terlibat Aksi Terorisme Ditangkap Polisi, Begini Perannya
Inilah tiga sosok oknum polisi yang diduga terlibat aksi terorisme, baru-baru ini ditangkap polisi, usai penangkapan tersangka teroris karyawan KAI
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
"Yang bersangkutan pada tahun 2010 pernah bergabung dengan jaringan Mujahidin Indonesia Barat, pimpinan WM yang sudah ditangkap," kata Aswin dalam konferensi pers, Selasa (15/8/2023).
Aswin mengatakan setelah WM tertangkap kala itu, anggotanya bubar dan berpencar.
Tidak sedikit pula yang terus melakukan aksi terorisme secara individu termasuk DE.
Tak berhenti di sana, pada 2014, DE menyatakan baiat kepada ISIS hingga menjadi pendukung aktif hingga saat ini.
"Pada 2014 DE pertama kali menyatakan baiat kepada Amir ISIS. Dari situ mulai dia melakukan aktivitas persiapan, yang bersangkutan melakukan latihan, kemudian pengumpulan, perawatan peralatan yang dibutuhkan," ucapnya.
Selain itu, berdasarkan hasil profiling yang dilakukan penyidik, pelaku juga tercatat aktif melakukan propaganda di media sosial Facebook dan Youtube.
Aswin menuturkan pelaku juga diketahui berkali-kali membuat akun media sosial yang berbeda untuk menyebarkan propaganda.
"Sekitar tiga minggu belakangan jadi puncaknya, yang bersangkutan terlihat giroh-nya semakin tinggi dengan menyebarkan ajakan atau imbauan untuk amaliyah atau untuk melakukan aksi terorisme," tuturnya.
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/afrgerfer.jpg)