Dua Bulan Kekeringan, Warga Cibeber Cianjur Manfaatkan Air Sungai untuk MCK
Memasuki musim kemarau sumur milik masyarakat debut air nya menyusut. Sehingga masyarakat tepaksa menggunakan air sungai
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Warga di Kampung Bolang, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur kesulitan mendapatkan air bersih, akibat terdampak musim kemarau.
Warga pun terpaksa menggunakan menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci dan kakus (MCK) sehari-hari.
Aan (57) warga Kampung Bolang mengungkapkan, memasuki musim kemarau sumur milik masyarakat debut air nya menyusut. Sehingga masyarakat tepaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Sudah dua bulang terakhir masyarakat kesuliran air bersih, jadi warga terpaksa harus menggunakan air sungai untuk mencuci baju, mandi dan kakus," katanya, Senin (14/8/2023).
Selain itu lanjut dia, dirinya pun harus membeli air bersih lebih banyak dan digunakan untuk digunakan kebutuhan rumah tangga, seperti air minum.
Baca juga: Ratusan Hektare Sawah di 13 Desa Wilayah Bandung Barat Kekeringan Imbas Fenomena El Nino
"Tentunya masyarakat sangat butuh bantuan pasokan air bersih, karena kondisi ini cukup membuat repot," kata dia.
Sementara itu Ajeng (25) mengaku dirinya dan sejumlah warga lainnya hampir setiap hari mencuci pakaian di sungai.
"Karena sumur di rumah air nya sudah sedikit akibat kekeringan, jadi warga harus mencuci pakaian di sungai. Tapi setelah selesai pakaian dibilas lagi di rumah," ucapnya.
Dia mengatakan, debit air sumur masih ada, namun pemakaiannya harus dihemat. Karena debitnya sedikit.
"Masih ada airnya, tapi kalau digunakan harus didiamkan beberapa hari, supaya debit nya cukup penuh," katanya.
Ajeng dan warga lainya berharap pemerintah dan intansi terkait bisa segera memberikan bantuan air bersih, dan tempat penampungan sehingga bisa mempermudah aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Terdampak Kekeringan, Warga Cimahi Rela Antre demi Air Bersih, Sudah Seminggu Alami Krisis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ajeng-25-warga-di-Kampung-Bolang.jpg)