Senin, 27 April 2026

PAN Kab Cirebon Dukung Ganjar

Menunggu Kejutan Siapa Pendamping Prabowo Setelah Golkar dan PAN Gabung KKIR

Perebutan nama bakal calon presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dipastikan bakal seru.

Editor: Giri
KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN
(Kiri ke kanan) Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar seusai mendeklarasikan Prabowo sebagai capres 2024-2029 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Perebutan nama bakal calon presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dipastikan bakal seru.

Hal itu seiring bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar ke dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Sebelumnya, KKIR diisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra.

KKIR sudah mengusung Prabowo sebagai bakal calon presiden.

"Karena bila di internal KKIR semua ketua umum yang menjadi anggota ingin menjadi capres, maka kebuntuan politik (political deadlock) bisa terjadi," kata Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, Minggu (13/8/2023).

Masalahnya, tiga partai politik sudah memiliki jagoan masing-masing.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengantongi dukungan penuh dari partainya untuk maju Pilpres 2024.

Begitu pula Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang dekat dengan Erick Thohir, berulang kali menjagokan Menteri BUMN itu untuk maju Pilpres 2024.

Baca juga: Golkar Jabar Sambut Baik Keputusan Airlangga Hartarto Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Prabowo pun belakangan ini pamer kedekatan dengan Erick.

"Di titik inilah butuh jalan tengah (win-win solution) atau figur baru yang memiliki akseptabilitas dan elektabilitas yang mumpuni agar bisa diterima oleh semua," Agung menambahkan.

Agung menilai, konstelasi di KKIR saat ini membuka peluang pencalonan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, misalnya, sebagai wakil presiden.

Meskipun secara usia tak memenuhi syarat, putra sulung Presiden RI Joko Widodo itu berpeluang maju seandainya usia minimum capres-cawapres diubah Mahkamah Konstitusi (MK).

Nama lain yang menurut Agung terbuka kemungkinan untuk menjadi cawapres adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Agung memprediksi, hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa Jokowi menjadi king maker dalam koalisi besar ini.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved