Presiden dengan Masalah Gigi Paling Brutal, Ada Gigi Palsunya yang Diambil dari Kuda dan Sapi
George Washington presiden pertama Amerika Serikat punya masalah berat pada giginya. Gigi palsunya tidak didesain dengan tepat sehingga menyakitkan.
Penulis: Adi Sasono | Editor: Adi Sasono
TRIBUNJABAR.ID - Hari itu, tepatnya 30 April 1789, George Washington, berdiri di balkon Federal Hall New York City, New York. Sore itu ia akan diambil sumpah menjadi presiden pertama Amerika Serikat. Yang mengambil sumpah adalah Kanselir New York, Robert Livingstone.
Sayangnya, pada saat terpenting dalam hidupnya itu, George Washington yang saat itu berusia 57 tahun sedang tidak sedang baik-baik saja, sedang tidak nyaman. Ketidaknyamanan itu bersumber dari mulutnya.
Dikutip dari New York Times edisi 28 April 2014, saat itu George Washington mengenakan gigi palsu yang sangat tidak pas di mulutnya. Akibatnya, ia merasakan sakit yang terus menerus. Bahkan, pagi hari sebelum pengambilan sumpah, mulut orang nomor satu di Amerika Serikat itu bengkak.
Memang selama bertahun-tahun, masa dewasa George Washington dilewatkan dengan masalah gigi yang tidak pernah tuntas. Kondisi giginya memang buruk, busuk dan tanggal satu persatu. Kabarnya, saat pengambilan sumpah, tinggal satu gigi asli di mulut George Washington. Sisanya tentu saja palsu.
Baca juga: Jadwal Lengkap Pelayanan Kesehatan Gigi di RSUD Pandega Pangandaran
Dulu, banyak kabar beredar, tentu saja di Amerika Serikat, bahwa gigi palsu George Washington terbuat dari kayu. Tapi kemudian cerita itu terbukti salah. Namun, catatan sejarah menyebutkan fakta-fakta yang mungkin bagi orang zaman sekarang aneh, yaitu George Washington menggunakan gigi asli yang diambil tidak hanya dari manusia, tetapi juga dari kuda, sapi dan keledai. Bisa jadi saat itu belum ada material sintetis yang bisa dicetak menyerupai gigi palsu.
Menurut catatan mountvernon.org, masalah gigi George Washington dimulai ketika ia menginjak usia 20-an. Ia mulai kerap mengalami sakit gigi, gigi berlubang hingga tanggal. Kondisi ini bisa jadi hal yang lumrah pada masa George Washington. Bisa karena pola makan yang tidak seimbang, penyakit dan faktor genetik. Alhasil, sepanjang hidupnya tidak pernah lepas dari sakit gigi, urusan dengan dokter gigi, obat gigi dan gigi palsu.
Pada masa memimpin pasukan dalam Perang Revolusi, George Washington menunjuk dr John Baker sebagai dokter gigi pertamanya. Si dokter kemudian ditugaskan membuat gigi palsu yang terbuat dari gading lalu diikatkan dengan kawat ke gigi George Washington yang tersisa.
Lalu pada 1780-an, George Washington menggunakan jasa Jean-Pierre Le Mayeur, seorang dokter gigi asal Prancis yang tinggal di Amerika Serikat. Namun belum ada penjelaskan, layanan kesehatan gigi macam apa yang diberikannya pada George Washington. Dalam iklan layanannya, Le Mayeur mengklaim bisa menanam (implan) gigi asli. Le Mayeur kemudian menjadi teman akrab George Washington dan kerap diundang ke rumahnya di Mount Vernon.
Baca juga: Rekomendasi Obat Sakit Gigi Untuk Ibu Hamil Aman Dikonsumsi
Pada saat inagurasinya sebagai presiden pertama, George Washington mempercayakan perawatan giginya pada dr John Greenwood, mantan prajurit asal New York. Ia juga seorang pelopor kedokteran gigi di Amerika, dengan karya antara lain, mengukir gading kuda nil menjadi gigi palsu, penggunaan pegas dari kawat emas dan skrup tembaga untuk mengikat gigi manusia.
Terkait perawatan gigi George Washington, Greenwood sengaja membuat lubang di gigi palsu sebagai ruang buat gigi terakhir sang presiden. Untuk diketahui, Greenwood menganut prinsip pantang mencabut gigi pasien mengupayakan segala cara untuk merawat gigi yang rusak. Toh, akhirnya gigi terakhir George Washington itu tanggal juga.
Karena waktu itu belum lahir teknologi pembuatan gigi palsu yang mumpuni, akhirnya semua gigi palsu itu tidak nyaman di mulut George Washington dan menyebabkan sakit reguler.(*)