Banyak Warga Terjerat Pinjol, IDM Strategic: Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat
Lembaga survei IDM Strategic menyebutkan banyaknya warga Jawa Barat terjerat pinjol untuk itu perlu ditingkatkan soal literasi digital
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Lembaga survei IDM Strategic menyebutkan banyaknya warga Jawa Barat yang terpapar iklan pinjaman online (Pinjol) dan judi online yang sangat tinggi.
Fenomena tersebut menjadi ancaman serius timbulnya Digital Trap yang cukup merugikan dan berdampak negatif bagi warga Jawa Barat.
Terlebih bagi generasi yang belum mendapatkan literasi digital cukup.
Fakta tersebut terungkap dari survei hasil pengukuran indeks perilaku digital Jawa Barat 2023 yang dilakukan Lembaga Data Analyst Consultant & Strategic Publik Management IDM Strategic.
Baca juga: OJK Sebut Utang Pinjol di Jabar Tembus Rp 13,8 T, Begini Kata Pengamat!
Hasil survei IDM Strategic yang dilakukan rentang waktu 17 hingg 29 April 2023 dengan menggunakan metode Multistage Stage Random Sampling, di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, IDM Strategic juga mengungkap sejumlah hasil lainnya.
Seperti akses jaringan internet di Jawa Barat yang berada pada nilai Indeks 3.29 yang menunjukan mayoritas wilayah di Jabar memiliki kemudahan akses terhadap jaringan internet.
Namun umumnya memiliki kendala jaringan yang tidak stabil terutama di wi wilayah sub urban dan rural.
Hasil survei juga menempatkan Generasi Z di Jabar menjadi kelompok paling aktif mengakses internet dibandingkan generasi lainnya dengan rata-rata akses 8- 10 jam perhari.
Sedangkan Generasi Milenial hanya memiliki rata-rata 6-8 jam per hari. Sementara Negerasi Baby Boomers menjadi generasi yang paling sedikit mengakses internet.
Baca juga: Jangan Sampai Jadi Korban, Praktisi Bagikan Cara Cek Legalitas Pinjol di OJK
Aksebilitas yang tinggi pada Gen Z dan Gen Y Millenial diikuti dengan perilaku yang lebih moderat dan terbuka dalam konsumsi konten digital baik dalam bentuk informasi, gambar, video ataupun aplikasi.
Kendati secara umum, hasil pengukuran terkait Kesehatan Digital menunjukan ada masalah yang dihadapi oleh semua generasi ( nilai indeks 2.38 ) , akan tetapi Aksebilitas Internet yang tinggi dan Perilaku Konsumsi Digital yang cukup terbuka dan moderat pada Gen Z dan Gen Y Millenial ternyata membawa dampak yang cukup signifikan pada kondisi Kesehatan Digital.
Hasil Survei Pengukuran menemukan bahwa kedua generasi ini memiliki nilai indeks paling rendah ( Gen Z : 1.94 dan Gen Y : 2.21 ) yang menunjukan bahwa ada masalah terkait dengan Kesehatan Digital mereka.
Pengukuran juga menemukan bahwa Perilaku Etika Digital responden yg merepresentasikan warga Jawa Barat menunjukan bahwa ada kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip etika dalam interaksi digital, termasuk menghormati hak kekayaan intelektual konten digital.
Literasi Digital yang cukup baik di Gen Z dan Gen Y mendorong mereka dapat lebih memahami dan menghargai pentingnya ruang private, pengakuan pada hak cipta, menghindari pelanggaran.
Baca juga: OJK Akan Cabut Moratorium Pinjol dan Seharusnya Punya Izin, Akankah Efektif Berantas Pinjol Ilegal?
Akan tetapi kesadaran itu masih belum cukup mendorong perilaku etika yang lebih baik dalam penggunaan dan berbagi konten digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-pinjol.jpg)