DBD di Sumedang Telan Dua Korban Jiwa, Masyarakat Dinilai Masih Kurang Sadar 3M

Sebanyak dua orang warga Kabupaten Sumedang dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) pada 2023. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
(Thikstock)
ilustrasi mayat - Sebanyak dua orang warga Kabupaten Sumedang dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) pada 2023. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak dua orang warga Kabupaten Sumedang dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) pada 2023. 

Data kematian itu terjadi dalam rentang Januari-Juni tahun ini.

Keduanya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang mencatat dalam rentang Januari-Juni 2023 ada kasus DBD aktif sebanyak 537. 

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sumedang, Aep Dadang Hamdani, mengatakan, kedua orang yang meninggal dunia akibat DBD adalah warga Kecamatan Jatinangor dan Jatinunggal. 

"Namun secara umum, DBD meluas di hampir semua kecamatan di Sumedang," kata Aep Dadang Hamdani saat dikonfirmasi TribunJabar.id, Jumat (7/7/2023). 

Baca juga: WASPADA, Penyakit DBD di Cimahi Merebak, Tercatat Ada 123 Kasus dan Dua Orang Meninggal Dunia

Aep menyebutkan, dari semua kecamatan yang tersebar DBD, ada dua kecamatan yang tingkat prevalensinya lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. 

"Yang tinggi kasus DBD-nya, yakni di Kecamatan Sumedang Utara dan Situraja," katanya. 

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi pada tahun sebelumnya, kasus DBD di Sumedang tahun ini menurun.

"Kasus kematiannya pun menurun," katanya. 

Baca juga: DBD Masih Jadi Ancaman, Kini Ada Vaksin Demam Berdarah untuk Pencegahannya

Aep mengatakan, dengan masih adanya kasus DBD menandakan masyarakat belum sepenuhnya sadar gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M, yakni menguras bak air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. 

"Perhatikan juga air yang tertampung di dispenser, bagian bawah pot, dan tempat lainnya yang mungkin menjadi tempat perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved