Senin, 27 April 2026

Harga Daging Ayam dan Cabai Masih Melambung, Disdagin Kota Bandung Sebut Ini Faktornya

Harga daging ayam di pasar tradisional mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogram.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Pedagang daging ayam di pasar tradisional 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seminggu lebih harga daging ayam dan cabai di Kota Bandung masih tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian atau Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah menyebut harga daging ayam di pasar tradisional mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai rawit, kata Elly, berada di harga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram, dan harga cabai tanjung Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram di pasar tradisional.

"Tapi, harga daging ayam di toko ritel lebih murah dibanding pasar tradisional. Minggu kemarin saya pantau ke salah satu ritel daging ayam itu Rp 29 ribu seberat 0,8 kilogram sampai 0,9 kilogram dan satu kilogramnya Rp 33 ribu," katanya, Selasa (4/7/2023).

Baca juga: Usai Idul Adha, Harga Daging Sapi dan Daging Ayam di Pasar Cigasong Majalengka Mulai Turun

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menambahkan faktor kenaikan daging ayam lantaran harga pakan yang naik dan ditambah permintaan yang meningkat.

"Cabai permintaannya itu meningkat. Cabai merah tanjung dipakai untuk masak dan sering dipakai untuk masak besar, apalagi di Iduladha," katanya.

Disinggung terkait perbedaan harga daging ayam di pasar tradisional dan ritel, Meiwan menyebut pasar tradisional rata-rata menjual daging ayam per kilogram, sedangkan di ritel tidak. Selain itu, katanya, toko ritel mendapatkan ayam yang sudah dipotong dari distributor langsung dan tinggal dijual, sedangkan di pasar tradisional alurnya lebih panjang.

"Mereka dapat dari peternak, lalu ke distributor dan di pasar ada bandar lagi, kemudian dari bandar baru ke pengecer. Jadi, dari distributor ke bandar pasti ambil untung lagi, maka ada perbedaan," ujarnya.

Sedangkan untuk cabai, Meiwan mengatakan yang dijual di ritel lebih mahal karena kualitasnya sudah dipilih yang bersih dan dikemas dengan baik, sedangkan di pasar tradisional cabai dibiarkan tanpa ada pemilihan seperti di ritel.

Baca juga: Tiga Minggu Lagi Harga Telur dan Daging Ayam Bakal Turun, Menteri Perdagangan Menjamin

"Kami sampai sekarang masih terus pantau harga dan ketersediaan untuk dipastikan aman sambil kami pantau pergerakan harganya. Kami pun terus berkoordinasi dengan pihak distributor ayam dan cabai, serta daerah penghasil," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved