ASI Bertahan Berapa Jam Setelah Diperah? Cari Tahu Yuk, Mom

Informasi mengenai ASI perah harus mom pahami dengan baik untuk menghindari kekeliruan saat menyimpan ASI perah.

|
Editor: Siti Fatimah
istimewa
Informasi mengenai ASI perah harus mom pahami dengan baik untuk menghindari kekeliruan saat menyimpan ASI perah. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan nutrisi yang terbaik bagi bayi yang masih berusia dibawah enam bulan.  Bagi para ibu menyusui yang akan mulai bekerja kembali, ASI perah merupakan solusi terbaik yang dapat dilakukan agar kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi.

Hanya saja beberapa ibu menyusui, terutama new mom masih banyak yang belum tahu mengenai segala informasi seputar ASI perah, seperti berapa ketahanan ASI setelah diperah, bagaimana cara penyimpanannya, dll.

Informasi mengenai ASI perah harus mom pahami dengan baik untuk menghindari kekeliruan saat menyimpan ASI perah.

Karena jika keliru dikhawatirkan persediaan ASI perah menjadi mudah basi dan juga mudah rusak, alhasil terbuang sia-sia.

Agar tidak ada kekeliruan dan ASI perah tidak terbuang sia-sia, mom bisa menyimak seputar informasi mengenai ASI perah berikut ini ya.

ASI Tahan Berapa Jam ya?

Ini Dia Ketahanan ASI di Berbagai Media

Cara menyimpan ASI perah yang mom lakukan juga ternyata dapat mempengaruhi ketahanan ASI loh, berikut penjelasan mengenai daya tahan ASI di berbagai media :

1. Penyimpanan ASI di Suhu Ruang

Untuk ASI yang disimpan dalam suhu ruang ketahanannya lebih singkat dibandingkan penyimpanan ASI perah melalui media lainnya.

Dalam suhu ruangan ASI yang sudah diperah dan disimpan didalam wadah tertutup dapat bertahan sekitar 6-8 jam saja.

Mom juga harus memastikan wadah ASI tertutup rapat dan suhunya terjaga agar tetap dingin.

Sebagai cara untuk menjaga suhu agar tetap dingin, mom dapat membalut wadah ASI dengan handuk yang dingin.

2. Penyimpanan ASI di Dalam Dot

Jika ASI yang telah diperah atau dipompa kemudian dipindahkan ke dalam dot, maka ASI tersebut dapat bertahan sampai 4 jam saja.

3. Penyimpanan ASI di Cooler Box/Cooler Bag

ASI yang disimpan di cooler box/cooler bag tertutup memiliki ketahanan maksimal 24 jam.

Selama waktu tersebut, pastikan es batu menyentuh wadah ASI dan hindari membuka cooler bag terus menerus ya mom.

4. Penyimpanan ASI di Lemari Es

ASI perah yang disimpan di dalam lemari es memiliki ketahanan maksimal hingga 5 hari. Tapi mom tidak bisa asal meletakkannya di dalam lemari es begitu saja ya.

Sebaiknya ASI perah disimpan di bagian belakang lemari es, karena memiliki suhu ruang yang paling stabil dibandingkan dengan bagian lemari es yang lain. 

5. Penyimpanan ASI di Freezer

Apakah mom pernah menyimpan ASI perah dalam freezer? Berapa lama ASI dapat bertahan jika disimpan dalam freezer?

Ternyata penyimpanan ASI perah dalam freezer dapat bertahan selama 2 minggu sampai 6 bulan lamanya tergantung kondisi kulkas yang dipakai.

Jika mom menyimpannya di freezer dalam lemari es 1 pintu, ASI perah akan bertahan selama 2 minggu lamanya, tetapi jika mom menyimpan ASI perah di freezer lemari es 2 pintu, ASI dapat bertahan selama 3 sampai 6 bulan.

ASI akan dapat bertahan setidaknya 6 bulan dengan durasi penyimpanan maksimal 12 bulan lamanya.

Caranya, simpan ASI perah di bagian belakang freezer karena memiliki suhu ruang yang paling stabil.

Sebenarnya Mom tetap bisa menyimpan ASI lebih lama dari waktu yang dianjurkan, hanya saja kandungan lemak di dalam ASI perah tersebut perlahan-lahan akan terdegradasi sehingga kualitas ASI akan menurun.

Untuk meningkatkan kualitas ASI, Mom bisa rutin mengkonsumsi 2 x 2 sendok suplemen persiapan menyusui sekaligus ASI booster dari Rukaiah Madu Lacta. Mengandung 100 persen bahan alami dalam

trilogi formula yang efektif mengaktifkan kelenjar susu untuk memproduksi ASI.

Tips Jaga Kebersihan Kemasan Wadah ASI

Menjaga kebersihan diri ataupun peralatan yang akan dipakai dalam memerah ASI sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Sterilisasi wadah penyimpan ASI

Agar ASI yang disimpan tetap terjaga kualitasnya, penting untuk melakukan sterilisasi wadah ASI perah terlebih dahulu.

Cuci botol yang akan digunakan, kemudian lakukan sterilisasi dengan merebus botol dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit di dalam air panas mendidih selama 5 menit.

Selain merebus secara manual, Mom juga dapat menggunakan alat sterilisasi elektrik.

Tetapi sebelumnya jangan lupa untuk mengecek keamanan dan ketahanan kemasannya.

Hati-hati saat melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca ya Mom, karena botol kaca dapat beresiko pecah.

Selain itu, kantong plastik khusus ASI tidak memerlukan sterilisasi, selama penyimpanannya benar dan baru digunakan ketika dibutuhkan.

2. Mencuci tangan dengan bersih

Hal yang tidak kalah penting demi mencegah perkembangan bakteri dari ASI perah adalah menjaga kebersihan tangan.

Jangan lupa menggunakan sabun untuk mencuci tangan.

3. Perhatikan kondisi dan teknik penyimpanan

Sebaiknya Mom tidak mengisi penuh ASI ke dalam botol atau plastik kemasan.

Karena ASI perah cenderung mengembang dalam keadaan beku.

Khusus untuk kantong plastik penampung ASI perah, tempatkan kembali ke dalam kontainer atau wadah lain sebelum memasukkannya ke dalam lemari pendingin.

Hal ini karena kemasan plastik lebih berisiko mengalami kebocoran.

Penyimpanan ASI perah sebaiknya disesuaikan dengan penggunaanya.

ASI yang akan digunakan secepatnya, lebih baik

dimasukkan ke dalam lemari pendingin yang tidak akan membuat ASI perah tersebut beku.

ASI perah juga dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya.

Cara Memompa ASI Perah yang Benar

Faktanya, memompa ASI yang baik dan benar dapat dipelajari dan dilatih agar ASI keluar dengan optimal.

Ada dua cara memompa ASI, yaitu menggunakan tangan atau bisa juga menggunakan alat bantu pompa.

Terdapat dua jenis pompa ASI, yaitu pompa manual dan elektrik.

Berikut cara memompa ASI dengan menggunakan pijatan tangan:

Sebelum mulai memerah, cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun hingga bersih

Letakkan tangan pada payudara, dengan posisi ibu jari di bagian atas payudara dan 4 jari lainnya berada di bagian bawah payudara dan membentuk huruf C

Pijat payudara dengan lembut, dengan arah usapan ke putting. Lakukan cara tersebut berulang kali sampai ASI keluar

Jika ASI sudah tidak keluar, gerakkan jari-jari memutar di sekitar payudara untuk mencoba bagian payudara yang berbeda

Sedangkan berikut cara memompa ASI dengan alat bantu pompa:

Sebelum mulai memompa, wajib mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun sampai bersih ya Mom

Kompres payudara menggunakan handuk hangat sambil dipijat dengan cara melingkar dari bagian luar payudara ke bagian dalam, tapi tidak sampai kena puting

Pasang bagian corong pada payudara, lalu tekan pegangannya jika Mom menggunakan alat pompa manual.

Sedangkan jika menggunakan alat pompa elektrik, tinggal menghidupkan mesinnya saja.

Pastikan untuk memilih alat pompa yang nyaman ya Mom.

Berhenti memompa payudara jika sudah terasa kosong. Hindari memeras payudara lebih dari 20 menit.

Saat payudara terasa sakit di bagian puting, sebaiknya memompa ASI dihentikan.

Cara Penyimpanan ASI setelah diperah

Berikut prinsip penyimpanan ASI yang harus diketahui:

ASI perah tahan hingga 4 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25°C

ASI perah tahan hingga 24 jam saat disimpan dalam kotak pendingin yang ditambah kantong es (ice pack)

ASI perah tahan sampai 4 hari saat disimpan pada kulkas bagian lemari pendingin (chiller) dengan suhu minimal 4°C

ASI perah tahan hingga 6 bulan apabila disimpan di dalam freezer dengan suhu -18°C atau lebih rendah lagi

Cara Memperbanyak ASI agar Bisa Stok ASI Perah

Sebagian ibu menyusui mungkin tidak mengalami masalah dalam produksi ASI saat memerah ASI.

Tetapi, tidak sedikit pula ibu yang kesulitan memerah ASI karena jumlah ASI perah yang dihasilkan kurang banyak.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah ASI perah dan mendukung kelancaran produksi ASI, Mommies dapat mencoba beberapa cara berikut ini:

1. Rutin Memerah ASI

Untuk melancarkan produksi ASI, Busui dapat memerah atau memompa ASI lebih agar payudara terus memproduksi ASI.

Mom dapat melakukannya secara rutin, misalnya setiap 2 jam sekali selama 15 menit ya.

Jika diperlukan Mom dapat membuat jadwal agar kegiatan memerah ASI dapat dilakukan secara teratur.

Tetapi jika jadwal tersebut terlewat, bisa coba untuk tetap memerah ASI meski hanya beberapa menit daripada tidak sama sekali.

2. Lebih Sering Menyusui

Di awal kelahiran bayi, jadwal pemberian ASI biasanya belum teratur.

Akan tetapi, Mom dapat memberikan ASI kapanpun bayi membutuhkannya.

Disarankan memberikan ASI setidaknya 2-3 jam sekali atau 8-12 kali per harinya.

Semakin sering Mom memberikan ASI, maka produksi ASI akan bertambah.

Hal tersebut karena menyusui lebih dapat meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang berfungsi untuk merangsang produksi ASI pada ibu.

3. Pastikan Lingkungan Nyaman

Selama masa menyusui, disarankan untuk mengelola stres, cemas, ataupun depresi dengan baik.

Berbagai masalah psikologis tersebut diketahui dapat mempengaruhi produksi ASI.

Oleh karena itu, usahakan ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman saat menyusui

Apabila Mom sedang mengalami stres, coba lakukan sejumlah aktivitas atau hobi yang dirasa dapat meningkatkan mood, seperti melukis, pergi ke salon, dll.

Selain memicu perasaan senang, hal ini juga dapat efektif sebagai cara memperlancar produksi ASI.

4. Perah ASI dari kedua payudara secara bersamaan

Untuk hasil perah yang maksimal, perah kedua payudara dalam waktu bersamaan.

Menggunakan dua corong pompa juga membuat waktu memerah menjadi lebih efisien.

Bisa juga menggunakan bra menyusui atau bra khusus mempoa ASI (model tersebut memiliki celah di bagian tengah) untuk menyisipkan corong pompa.

Menggunakan bra khusus membuat para ibu menyusui tidak perlu memegangi corong pompa, sehingga kedua tangga tetap bisa bebas.

5. Pastikan Nutrisi Ibu Terpenuhi

Makanan yang disarankan bagi ibu menyusui yaitu asupan yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti telur, ikan, aneka daging, buah-buahan, dan sayuran hijau.

Selain itu, Mom juga harus rutin mengkonsumsi air putih ya agar terhindar dari dehidrasi.

6. Istirahat Yang Cukup

Untuk menjaga kestabilan produksi ASI, kami sarankan Mom untuk beristirahat dengan cukup dan mengurangi kegiatan diluar rumah atau menghindari aktivitas berat agar tidak kelelahan

7. Melakukan Pijat Laktasi

Pijat laktasi merupakan salah satu cara yang dapat membantu memperbanyak produksi ASI, terutama jika terdapat sumbatan pada payudara.

Gerakan pijat laktasi dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang mampu memicu rangsangan pada payudara yang dapat membuat ASI mengalir keluar dari puting saat diperah.

Pijat laktasi dilakukan dengan memijat payudara secara lembut, kemudian berlangsung ke tengkuk, punggung, bahu dan pinggang.

8. Mengonsumsi Suplemen Pendukung

Disamping mengkonsumsi makanan sehat, Mom juga bisa memperbanyak produksi ASI dengan mengkonsumsi ASI booster.

Pastikan terbuat dari bahan alami dan sudah terbukti khasiatnya ya Mom, seperti Rukaiah Madu Lacta.

Rukaiah Madu Lacta merupakan suplemen persiapan menyusui sekaligus ASI booster pilihan.

Diformulasikan dengan Trilogi Formula (Daun katuk, Gold Rich Ajwa, dan Madu Murni) yang efektif untuk merangsang dan meningkatkan produksi ASI.

Jangan khawatir Mom, Rukaiah Madu Lacta sendiri sudah ber-BPOM, halal, dan 100 persen natural tanpa efek samping, dan dapat dikonsumsi mulai trimester 3 kehamilan untuk mempersiapkan ASI di masa menyusui mendatang.

Tips Mencairkan atau Menghangatkan ASI Perah yang Dibekukan

Umumnya para ibu memilih menyimpan ASI dengan cara membekukannya di freezer.

Agar nutrisinya tidak hilang dan kualitasnya terjaga, yuk Mom simak baik-baik cara tepat untuk mencairkan ASI yang beku:

1. Cairkan ASI di Kulkas Biasa (Chiller)

Ketika mencairkan ASI beku di chiller membutuhkan waktu hingga 12 jam atau lebih.

Jika Mom ingin memberikan si kecil ASI di pagi hari, maka Mom bisa menaruh ASI di chiller pada malam hari sebelumnya.

2. Mencairkan ASI dengan Air Hangat

Jika ingin mencairkan ASI beku dengan cepat, bisa dengan cara meletakkan kantong atau botol ASI di dalam air hangat (bukan air mendidih).

Jika ingin mencobanya, Mom dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:

Isi mangkuk atau wajan dengan air hangat

Simpan kantong ASI beku ke dalam wadah air hangat

Saat air sudah menjadi dingin, segera kosongkan dan ganti dengan air hangat yang baru

Terus lakukan hal tersebut hingga ASI mencair

Setelah dicairkan, pastikan suhu ASI mencapai suhu ruangan, yaitu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas

3. Mencairkan ASI di Bawah Air Mengalir

Cara cepat untuk mencairkan ASI adalah di bawah air mengalir yaitu :

Simpan ASI di bawah keran air dingin terlebih dahulu

Ubah suhu air keran menjadi hangat perlahan-lahan

Mom dapat memegang wadah ASI di bawah aliran air hangat tersebut sampai ASI benar-benar mencair

Cara Memberikan ASI Perah kepada Bayi

Selama ini para ibu mengira bahwa penggunaan susu melalui dot adalah satu-satunya media pemberian ASI Perah (ASIP) pada bayi.

Padahal masih banyak media pemberian ASIP selain dot yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan ASI eksklusif. Berikut cara-caranya:

Cup Feeder

Gelas Sloki

Sendok

Pipet

Spuit (jarum suntik namun tanpa jarumnya)

Untuk pemesanan produk Rukaiah madu lacta bisa klik di sini 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved