Senin, 13 April 2026

Siti Muntamah Oded Bicara Soal Fatherless, Sosok Ayah Penting dan Tak Tergantikan

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS Siti Muntamah berbicara terkait pentingnya peran ayah dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Istimewa
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS Siti Muntamah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS Siti Muntamah berbicara terkait pentingnya peran ayah dalam kehidupan sehari-hari untuk tumbuh kembang sang anak.

Terutama bagi anak-anak yang tengah masa pertumbuhan.

Saat ini, kata Siti Muntamah atau kerap disapa Umi Oded, peran ayah mulai menghilang alias dikenal dengan istilah fatherless di Jawa Barat. Termasuk di daerah pemilihannya, yakni Kota Bandung dan Cimahi.

"Perempuan berperan sebagai kepala keluarga naik di Kota Bandung dari berjumlah 160 ribu menjadi 180 ribu dalam waktu setahun akibat adanya perceraian, serta peran ayah yang kurang kreatif. Sehingga pelaku ekonomi UMKM di Bandung sebanyak 74 persen itu perempuan, dari UMKM makanan, craft, fesyen, dan lainnya," kata Siti Muntamah di ruang kerjanya, Senin (26/6/2023).

Dia menegaskan bahwa peran ayah tak boleh tidak ada.

Sebab, kata dia, sentuhan, komunikasi, dan kohesivitas yang membuat antaranggota keluarga menjadi hangat, saling melindungi, saling mendukung, penuh cinta, dan merindukan itu terletak pada peran ayah.

"Intinya, sosok ayah tak tergantikan oleh apapun. Jika tak ada peran ayah, itu akan bahaya. Terkadang kan ayah-ayah itu autis (sibuk) dengan hal-hal yang dia sukai. Sedangkan urusan rumah dilakukan emak-emak," ujarnya.

Dia pun menyebut dampak tak adanya peran ayah membuat anak menjadi tidak tegas, anak perempuan menjadi lebih sensitif, anak laki-laki menjadi kemayu, hingga ujung-ujungnya menjadi penyuka sesama jenis.

"Itu karena apa? Karena ayahnya tak hadir (tak berperan). Karena, ayahnya tak mengajarkan dan bisa menjadi bom waktu si anak tak mau dengan ayahnya sehingga muncullah kenakalan remaja yang mencari jati diri," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved