Ingat Pemuda ODGJ Tewas Diduga Dibuang Yayasan di Sumedang 3 Bulan Lalu? Ini Perkembangan Terbarunya

Saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk membuat kasus tersebut terang. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Istimewa
Kondisi Riki (35) sebelum ditemukan meninggal di area warung nasi, di sekitar Dano, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Rabu (29/3/2023) sekira pukul 15.00 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Resor Sumedang menjawab tagihan warga Perumahan Puskopad, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang terkait penyelidikan atas kematian Riki Nugraha (35), pemuda dengan gangguan mental atau orang dengan gangguan jiwa.

Riki ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan di Sumedang Utara, Senin (3/4/2023). Lima hari sebelumnya, warga di sekitar bundara Dano melihatnya diturunkan dari sebuah Grand Max. 

Warga Puskopad yang menitipkan Riki Nugraha di Yayasan Abadi Bina Mentari merasa kematian Riki janggal.

Warga kemudian melapor ke Polres Sumedang.

Telah tiga bulan, warga menanti jawaban dari penyelidikan polisi itu. 

"Pengaduan warga sudah kami tindak lanjuti dan masih dalam penyelidikan," kata Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan kepada TribunJabar.id, Senin (19/6/2023). 

Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan saat diwawanca TribunJabar.id di Mapolres Sumedang, Senin (19/6/2023).
Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan saat diwawanca TribunJabar.id di Mapolres Sumedang, Senin (19/6/2023). (kiki andriana/tribun jabar)

Indra mengatakan bahwa penyelidikan perlu waktu.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk membuat kasus tersebut terang. 

Kapolres mengetahui informasi Riki Nugraha adalah penghuni Yayasan Abadi Bina Mentari yang semua beroperasi di Kecamatan Darmaraja dan kini telah pindah ke Kecamatan Rancakalong. 

Baca juga: Warga Masih Tunggu Kinerja Polres Sumedang di Kasus Riki Nugraha, Pemuda yang Diduga Dibuang Yayasan

Menurutnya, perpindahan lokasi yayasan itu tidak menghalangi penyelidikan. 

"Perpindahan ini atas informasi dari luar juga. Namun, ini tidak menjadi hambatan bagi kita untuk penyelidikan terus," katanya.  

Kapolres memastikan, informasi yang disampaikan warga sekecil apapun akan menjadi bahan penyelidikan. 

"Terkait mobil dan sebagainya yang disampaikan warga, kami lakukan kroscek, melihat seperti apa saksi, penyesuaian dengan keterangan, harus sesuai," 

"Untuk keberadaan mobil ada di pihak yayasan dan itu sudah dicek oleh kami," katanya.(Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved