Mulianya Tindakan Bripka Erik Bhabinkamtibmas di Subang Ini, Bertahun-tahun Rawat ODGJ Tanpa Pamrih
Bhabinkamtibmas Desa Cinta Mekar Kecamatan Sagalaherang tersebut memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi untuk merawat ODGJ
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Ravianto
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Berhubungan dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bagi sebagian besar orang tentunya hal yang tak mungkin dilakukan, selain sosok ODGJ yang umumnya galak dan menakutkan, juga tak semua orang mampu merawat ODGJ.
Tapi lain halnya dengan Bripka Erik Syafrudinsyam, anggota Polsek Sagalaherang Polres Subang Jawa Barat tersebut dikenal masyarakat sebagai sosok polisi yang baik hati dan ikhlas merawat puluhan orang yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) yang dirawatnya di sebuah Pondok Pesantren.

Bhabinkamtibmas Desa Cinta Mekar Kecamatan Sagalaherang tersebut memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi untuk merawat ODGJ yang datang dari berbagai daerah.
Bripka Erik Syafrudinsyam menilai, ODGJ adalah manusia yang membutuhkan uluran tangan, sehingga tidak sepantasnya dianggap menakutkan, justru harus diberikan perhatian lebih oleh kita sebagai manusia yang normal.
“Kalau kita mau dan mampu merawat mereka, kenapa tidak kita lakukan? mereka juga manusia jadi harus kita tolong dan perlakukan dengan baik agar mereka bisa sembuh dari gangguan jiwa yang membelenggunya," ujar Bripka Erik Syafrudinsyam, Selasa(13/6/2023).

Bripka Erik Syafrudinsyam mengaku merawat gelandangan hingga ODGJ sudah sejak 5 tahun silam dan mendapat dukungan penuh baik dari keluarga maupun dari pimpinan Polri dimana tempatnya bertugas.
“Saya anggota Bhabinkamtibmas, yang mana tugas Bhabinkamtibmas itu kan hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk salah satunya adalah membantu masyarakat yang mengalami gangguan jiwa ini," katanya
Bripka Erik Syafrudinsyam juga menjelaskan awalnya tertarik untuk merawat para ODGJ yang bagi sebagian orang dianggap menakutkan tersebut, karena merasa kasihan mereka harus hidup di jalanan, tak ada yang memberi makan, hingga makan minum nyari di tempat sampah.
"Awalnya merasa prihatin terhadap para ODGJ yang ada di jalanan. Setelah bertemu dengan teman-teman di pondok pesantren Yayasan Roudlatul Ullum II di Desa Cinta Mekar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang, akhirnya saya menemukan solusi, dan sering membawa ODGJ di jalanan untuk menjalani perawatan di pondok pesantren ini," Jelas Bripka Erik Syafrudinsyam.
"Mereka saya tampung di Pondok Pesantren Yayasan Roudlotul Ullum II. Lokasinya emang jauh dari pusat keramaian, aksesnya juga cukup terjal menyusuri perkebunan sawit, Jalan berbatu, bercampur tanah liat, licin dan bagi yang tak biasa mungkin sangat berat untuk menemui para sahabat saya tersebut," imbuhnya.
Dalam kegiatan merawat ODGJ, Bripka Erik mengaku mulai dari memandikan hingga mengajarkan bekerja seperti bercocok tanam.
"Saya menganggap mereka sahabat bukan ODGJ dan saya memandikan satu-persatu sahabat saya ini di sungai setiap pagi dan sore. Setelah mandi pagi mereka saya ajak cara memakai baju yang benar, kemudian diajak sarapan pagi, setelah itu saya ajak ke kebun atau sawah untuk belajar mencangkul dan bercocok tanam," ungkapnya.
Ternyata kata Erik, para sahabat saya yang terkena gangguan jiwa tersebut, mereka senang diajak mencangkul dan bercocok tanam.
"Walaupun harus dengan kesabaran yang ekstra untuk mengajarkan mereka cara mencangkul dan menanam. Tapi lama kelamaan mereka bisa dan terlihat antusias dan begitu menikmati hingga akhirnya rekan-rekan ODGJ tersebut bisa mencangkul dan bercocok tanam," katanya.
Dikatakan Erik, dalam kegiatan berkebun ini, mereka bercocok tanam seperti tanaman singkong, ubi, jagung, cabai, dan tanaman lainnya.
"Bercocok tanam dan berkebun ini juga sebagai therapy buat para ODGJ untuk berolahraga dalam masa penyembuhan," ucapnya
Adapun untuk terapi penyembuhan bagi para sahabat saya yang mengalami gangguan jiwa ini, yakni dengan mengaji, Dzikir dan Sholawat.
"Tak ada terapi lain untuk penyembuhan para sahabat saya yang mengalami gangguan jiwa ini, terapinya hanya dengan mengaji, Dzikir dan Sholawat setiap habis menjalankan 5 waktu," katanya.
Apa yang telah dilakukannya kata Erik, selama ini telah banyak membuahkan hasil, banyak yang sudah sembuh juga dan kembali ke keluarganya.
"Suatu kepuasan tersendiri bagi saya, karena berkat keikhlasan dan kesabaran, banyak yang sudah sembuh dan kembali ke keluarganya. Umumnya para pasien ODGJ ini alami gangguan jiwa karena depresi akibat tak sanggup menghadapi masalah di keluarga mereka," paparnya.
Menurutnya, ODGJ dan gelandangan juga manusia biasanya yang memerlukan penanganan yang tepat, sehingga mereka bisa sembuh dari penyakit gangguan jiwa yang membelenggunya.
“Banyak sekali suka dukanya merawat ODGJ ini, dan dibutuhkan keikhlasan serta kesabaran. Mereka ini butuh perhatian khusus bukan diasingkan atau dibuang dijalanan. Insya Allah dengan perhatian lebih yang saya berikan bersama pengajar di Pondok Pesantren mereka bisa kita sembuhkan dan terbukti sudah banyak yang sembuh dan kembali ke keluarganya," katanya
Dedikasi yang dilakukan oleh Bripka Erik Syafrudinsyam juga mendapat apresiasi dari Kapolsek Sagalaherang. Bahkan kapolsek menilai bahwa kegiatan Bripka Erik Syafrudinsyam juga cermin dedikasi anggota Polri yang ikhlas membantu masyarakat.
“Bripka Erik Syafrudinsyam seorang polisi yang ikhlas mau mengorbankan sebagian harta dan waktunya untuk merawat masyarakat yang terkena gangguan jiwa,” ujar Kapolsek Sagalaherang, polres Subang, Iptu Irfan Taufik Firmansyah, Selasa(13/6/2023)
Dikatakan Irfan, apa yang dilakukan oleh Erik dan kita semua Jajaran Polsek Sagalaherang Polres Subang, merupakan bagian dari salah satu perwujudan dari Tugas Pokok Polri yaitu Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat.
"Anggota Polri saat ini dituntut untuk memberikan dedikasi yang setinggi tingginya kepada masyarakat dan harus makin mendekatkan diri dengan masyarakat," katanya
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Cintamekar Polsek Sagalaherang yang dengan setia membantu merawat puluhan pasien ODGJ yang berada di Ponpes Raudlatul Ulum II tersebut merupakan dedikasi anggota Polri yang ikhlas dan luar biasa
"Erik ini hampir setiap hari datang ke pondok pesantren ini, untuk membantu teman-teman di pondok pesantren melayani para sahabat ODGJ. Dan Hal itu dilakukan oleh Erik di sela-sela dinas, sehingga tidak sampai mengganggu secara kedinasan," tuturnya.
Semoga ketulusan dan keikhlasan yang dilakukan oleh Bripka Erik Syafrudinsyam dalam merawat pasien ODGJ, kebaikannya bisa dibalas oleh Allah SWT.
"Apapun amal baik yang kita lakukan dengan tulus iklhas, Insya Allah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT dan semoga apa yang dilakukan oleh Erik ini bisa menjadi contoh buat masyarakat banyak, untuk ikut membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan bantuan," katanya.
Senada juga dikatakan oleh Kapolres Subang, AKBP Sumarni, Kepedulian terhadap orang penderita gangguan jiwa (ODGJ) terus ditunjukan oleh Bripka Erik Syafrudinsyam. Bhabinkamtibmas Desa Cinta Mekar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang tersebut, tak hanya merawat puluhan ODGJ di sebuah Pondok Pesantren melainkan juga terus membantu kebutuhan ODGJ baik sandang maupun pangan.
"Seperti hari ini, Bripka Erik memberikan bantuan puluhan pakaian (Kaos) dan sarung serta handuk kepada ODGJ yang dirawatnya selama ini, yang dibeli olehnya sendiri menggunakan uang pribadi," katanya
Menurut Sumarni, pemberian bantuan yang diberikan oleh Erik tak lain untuk memberikan semangat kepada rekan-rekan ODGJ, agar mereka bisa sembuh dan punya semangat untuk beribadah
"Erik merawat sekitar 27 ODGJ. Orang-orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut sangat membutuhkan sentuhan atau perawatan untuk bisa bangkit kembali sembuh," katanya
"ODGJ disini butuh perhatian dan kasih sayang serta kepedulian semua pihak. Maka dari itu, mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Erik ini bisa mengetuk para dermawan lainnya untuk bisa membantu dan mensupport penyembuhan para ODGJ yang dirawat selama ini," katanya.
Apa yang dilakukan oleh Bripka Erik Syafrudinsyam yang dengan iklhas merawat sekitar 27 ODGJ ditempatnya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, patut di contoh tak hanya oleh anggota Polri saja, tetapi oleh semua lapisan masyarakat.
"Kami jajaran Polres Subang tentunya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Bripka Erik dan siap membantu apa yang dibutuhkan untuk merawat sahabat-sahabat kita yang sedang maengalami gangguan jiwa tersebut," ujar AKBP Sumarni (*)
ODGJ Asal Banten Ngamuk Bawa Senjata Tajam di Depan Mapolres Karawang: Langsung Diobati dan Dirawat |
![]() |
---|
Dedi Mulyadi Bongkar Dusta Kades Wardi yang Sebut Ibu Bocah Tewas karena Cacingan ODGJ: Kena TBC |
![]() |
---|
Gadis Muda Dapat Pelecehan saat Berbelanja di Kota Sukabumi, Pelaku DIduga ODGJ |
![]() |
---|
Kronologi Anak Bunuh Ibu Kandung di Bengkulu Dihabisi dengan Cobek Batu, Sosok Pelaku Mengejutkan |
![]() |
---|
ODGJ Mengamuk di Cicurug Majalengka, Warga dan Petugas sampai Kelimpungan Menangani |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.