Sabtu, 11 April 2026

Modus Komplotan Penipu Asal Makassar, Mengaku Pengusaha dari Brunei dan Hendak Sumbang Masjid

Menurut Ariek, dalam aksinya, MU dan AK mengaku sebagai staf serta Kepala Dinas PUPR Balikpapan, kemudian RU mengaku dari Brunei Darussalam.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu, beserta jajaran menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Senin (12/6/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Polres Cirebon Kota meringkus komplotan penipu asal Makassar yang menguras uang korbannya hingga puluhan juta rupiah.

Tujuh anggota komplotan yang masing-masing berinisial AK, MU, RU, LU, HI, AR, dan SA tersebut juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu, mengatakan komplotan itu terorganisir secara rapi dan saling berbagi tugas saat beraksi.

Menurut Ariek, dalam aksinya, MU dan AK mengaku sebagai staf serta Kepala Dinas PUPR Balikpapan, kemudian RU mengaku sebagai pengusaha asal Brunei Darussalam yang hendak menyumbang masjid di Kota Cirebon.

"Ketiganya berpura-pura tidak saling mengenal dan mendatangi korban satu per satu untuk berkenalan," kata Ariek Indra Sentanu saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Senin (12/6/2023).

Saat itu, RU menyampaikan keinginannya yang akan menyumbang masjid senilai Rp1 miliar kepada MU, AK, dan korban untuk meminta bantuan mencari masjid yang layak disumbang.

Ia mengatakan, ketiga tersangka melancarkan tipu daya hingga bujuk rayu untuk meyakinkan korban, bahkan RU menegaskan uang yang akan diberikan ke masjid sudah tersimpan di bank.

Namun, RU mengaku tidak mengerti cara menggunakan ATM di Indonesia, sehingga meminta bantuan korban, MU, dan AK untuk mengajarinya di mesin ATM terdekat.

"Korban yang terperdaya menuruti RU untuk mencari ATM terdekat dan menunjukkan cara menggunakannya, hingga memberitahu PIN-nya," ujar Ariek Indra Sentanu.

Ia menyampaikan, setelah dari ATM itu RU meminta izin melihat kartu ATM korban dan meminta bantuan AK untuk mengecek keasliannya, karena mengaku tak mengerti cara membedakannya.

Namun, ternyata AK menukar kartu ATM tersebut ditukar dengan kartu palsu dan mengembalikannya kepada korban setelah berpura-pura mengecek keasliannya.

Korban dan ketiga tersangka pun berpisah setelah RU berpura-pura meminta diantarkan ke Kedutaan Besar Brunei Darussalam di DKI Jakarta kepada AK serta MU.

"Ketiganya justru mendatangi LU dan HI untuk mencari ATM terdekat, kemudian menguras isi rekening korban menggunakan kartu ATM yang ditukar tersebut," kata Ariek Indra Sentanu.

Ariek mengatakan, korban yang menyadari saldo rekeningnya tiba-tiba dikuras pun melapor ke Polres Cirebon Kota, sehingga petugas pun langsung bertindak cepat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved