Rabu, 27 Mei 2026

Dukung Sensus Pertanian, Wagub Jabar: Agar Pupuk Tidak Langka

Wagub Jabar mendukung adanya sensus pertanian salah satunya agar pupuk tidak langka

Tayang:
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ilustrasi petani 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum setuju dengan rencana Presiden Joko Widodo untuk merancang Sensus Pertanian Tahun 2023 agar bisa mendapatkan data petani yang tepat dan akurat.

Uu mengatakan di sejumlah daerah, terutama di Jawa Barat, data penerima pupuk, terutama subsidi, masih memerlukan perbaikan. Di lapangan, masih banyak petani yang mengeluhkan pupuk langka.

"Tapi kenyataannya bukan pupuk langka, melainkan data petani yang butuh perbaikan. Terutama tentang akurasinya. Data akurat penting untuk kebijakan pemerintah," kata Uu dalam keterangan tertulis, Selasa (16/5/2023).

Baca juga: Green House Lido: Implementasi Wakaf Produktif Dompet Dhuafa di Sektor Pertanian

Uu mengataman akurasi data petani sangat penting karena nantinya akan berpengaruh pada pembuatan kebijakan tentang pertanian.

Terlebih di Jawa Barat yang merupakan salah daerah lumbung padi secara nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018, jumlah petani di Jawa Barat mencapai 3.250.825 orang.

Sementara luas sawahnya mencapai 928.218 hektare berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang dengan nomor Kepmen: ATR/KBPN No 686/2019.

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dengan jumlah petani yang banyak dan lahan yang luas di Jawa Barat, maka sebuah keputusan untuk pertanian sangat penting. Salah satu hal yang paling menentukan dalam sebuah keputusan kebijakan itu adalah akurasi data pertanian.

Dia pun meminta Dinas Pertanian untuk bekerjasama dengan stakeholder di sektor pertanian.

"Terutama data petani yang mendapatkan pupuk subsidi. Sebagai salah satu contoh Dinas Pertanian bisa memanfaatkan sistem digital yang sudah dimiliki para distributor," kata Uu.

SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia turut mendukung perbaikan data pertanian dengan digitalisasi, khususnya dalam penebusan pupuk bersubsidi.

Pupuk Indonesia selaku produsen dan penyalur pupuk bersubsidi telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung proses distribusi melalui uji coba piloting penggunaan Aplikasi REKAN yang dimulai September 2022 di Provinsi Bali. 

Selain itu, Pupuk Indonesia juga bekerja sama dengan Bank Syariah indonesia (BSI) mengujicobakan Kartuntani Digital di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh sejak bulan Januari 2023.

Menurutnya, kerjasama yang telah ditandatangani ini berdampak positif baik pada proses penyaluran maupun penebusan pupuk.

Aplikasi REKAN dapat dimanfaatkan mitra Kios Pupuk Lengkap (KPL) pada proses penebusan pupuk secara elektronik dari sebelumnya manual.

Baca juga: Jabar Paling Terdepan Dalam Penerapan Digitalisasi Pertanian Inovatif di Desa-desa Indonesia

Sehingga, implementasi aplikasi REKAN turut mendukung perbaikan data serta tata kelola sektor pertanian.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved