Kamis, 7 Mei 2026

Ke Puncak Bogor Bisa Melalui Tol, Nyambung ke Bocimi, Akan Dibangun Mulai 2026

Tol Puncak Bogor, Jawa Barat, direncanakan tersambung dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Tayang:
Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Suasana di Exit Tol Bocimi Seksi II Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.Tol Bocomi nantinya akan nyambung ke Puncak, Bogor. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tol Puncak Bogor, Jawa Barat, direncanakan tersambung dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Pada Lebaran kemarin, Tol Bogor-Ciawi sudah bisa dinikmati oleh pemudik selama Lebaran.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Triono Junoasmono, mengatakan, melalui jalan tol ini masyarakat dapat langsung menuju ke Puncak dan tembus ke Cianjur dari Tol Bocimi.

"Jadi nanti sifatnya tol to tol ini. Akan nyambung ke tol existing yang ada, tembus langsung ke arah Cianjur," ujar Triono saat acara diskusi di Media Center Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/5/2023).

Tol Puncak ini akan memiliki panjang 51,8 kilometer dari Caringin menuju Cianjur dan dibagi menjadi lima seksi.

"Caringin itu nanti dari Bocimi, jadi dari Bocimi nanti akan kami sodet ada lanjutan dari Bocimi ke Cianjur," jelas dia.

Namun, pihaknya masih belum dapat memastikan jalan tol ini akan dibangun secara keseluruhan atau bertahap lantaran masih menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study/FS) oleh pemrakarsa, yaitu PT Matrasarana Arsitama dan Swoosh Capital KFT.

Baca juga: Bus Ringsek Setelah Tabrak Truk Colt Diesel Saat Melaju Jalan Tol Purbaleunyi Km 125

Dia bilang, biasanya pembangunan jalan tol akan dilaksanakan secara bertahap atau tidak langsung keseluruhan karena tergantung dengan kelayakan.

"Kalau saya tidak salah pernah disampaikan juga oleh Pak Dirjen Bina Marga, memang kelihatannya mereka akan mengusulkan staging, apakah dari Caringin, Cisarua, sampai ke Gunung Mas atau lebih kurang 18 kilometer, sisanya nanti pada tahun-tahun berikutnya," ungkapnya.

Sebagai informasi, pemerintah berencana membangun Jalan Tol Puncak ini untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

Pasalnya, pemerintah telah mengupayakan berbagai hal untuk mengatasi kemacetan jalan raya Puncak seperti melakukan pelebaran jalan, namun kemacetan di kawasan ini masih terus mengular.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Palikanci Cirebon, Sopir Bus Diduga Kurang Menjaga Jarak

Jalan Tol Puncak yang telah tercantum dalam rencana umum jaringan jalan tol ini rencananya akan membutuhkan biaya konstruksi sebesar Rp Rp 24,37 triliun serta ditargetkan terbangun dan beroperasi pada periode 2030-2040.

Adapun rincian biaya konstruksi yang dibutuhkan untuk masing-masing seksi, yaitu Seksi 1 sebesar Rp 3,15 triliun, Seksi 2 sebesar Rp 2,43 triliun, Seksi 3 sebesar Rp 8,02 triliun, Seksi 4 sebesar Rp 1,68 triliun, dan Seksi 5 sebesar Rp 9,07 triliun.

Selain FS, tahun ini rencana pembangunan Jalan Tol Puncak juga akan dilaksanakan proses analisis dampak lingkungan (amdal) dan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).

Kemudian pada 2024 ditargetkan akan dilakukan pengadaan tanah dan detail engineering design (DED) dan pada 2026 baru bisa memulai konstruksi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalan Tol Puncak Bakal Tersambung dengan Tol Bocimi"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved