Taiwan Ajak Indonesia Ciptakan Sistem Kesehatan Global Pasca Pandemi Covid-19
Taiwan mengajak Indonesia ikut serta menciptakan sistem kesehatan global yang lebih baik pasca pandemi Covid-19.
TRIBUNJABAR.ID - Taiwan tidak pernah berhenti berusaha untuk terintegrasi dengan masyarakat internasional. Tidak hanya di komunitas politik, tetapi juga di komunitas kesehatan.
Dalam rilis yang diterima redaksi, pemerintah Taiwan menyebut pentingnya makna bulan Mei, yaitu menandai peringatan 75 tahun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Majelis Tahunannya yang digelar 21-30 Mei.
Event ini juga penting untuk menandai masa pemulihan pasca pandemi Covid-19 yang sudah menyengsarakan penduduk dunia, termasuk Taiwan dan Indonesia.
Baca juga: Ulang Tahun Kemerdekaan Taiwan, Promosikan Persahabatan dan Kesehatan Lewat Pesan di Topi
Taiwan, seperti halnya Indonesia dan banyak mitra lainnya, telah menyampaikan segala upaya untuk memerangi pandemi COVID-19 selama tiga tahun terakhir.
"Sekarang, saatnya memikirkan kembali pertanyaan untuk meningkatkan sistem kesehatan publik di seluruh dunia dan bekerja lebih jauh untuk mencapai tujuan tertinggi "kesehatan untuk semua" di desa global," kata Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Surabaya, dalam rilisnya, Minggu (7/5/2023).
Taiwan telah dikeluarkan dari WHA sejak 2017 karena pertimbangan politik, yang menghambat kemampuan Taiwan untuk menerima dan memberikan bantuan ke/dari WHO dan kontribusi pada upaya kesehatan global.
Namun, kata Isaac Chiu, Taiwan terus memenuhi tugasnya sebagai anggota dari desa global untuk menambahkan upaya berharga ke jaringan bersama.
"Taiwan telah menyediakan bahan anti-pandemi dan vaksin kepada negara-negara mitra di samping memperkuat penyebaran domestik dan mekanisme respons cepat untuk menahan pandemi COVID-19," kata Isaac Chiu.
Taiwan tidak hanya ingin membantu, tetapi telah menunjukkan kemampuan untuk membantu dan sedang membantu meningkatkan kesejahteraan global untuk menjadikan planet ini tempat yang lebih baik untuk ditinggali.
Pertempuran melawan pandemi COVID-19 membutuhkan kerja sama internasional, demikian pula dengan pemulihan dan pencegahan global setelah pandemi.
Menurut Isaac Chiu, Indonesia adalah tetangga yang berharga bagi Taiwan, menunjukkan ikatan yang erat melalui fakta bahwa di antara 350.000 orang Indonesia di Taiwan, ada lebih dari 10.000 orang telah menjadikan Taiwan tempat untuk memulai sebuah keluarga dengan orang Taiwan sebagai pasangannya.
Indonesia juga merupakan tanah air anak-anak dari keluarga tersebut. Mengerucut pada kota kita Surabaya, masyarakat lokal Taiwan juga harus bangga dengan identitasnya dalam dua aspek: Formosa dan Indonesia.
"Mereka di sini untuk bekerja keras demi kepentingan kedua negara dan solidaritas ditunjukkan dengan gagah berani selama masa pandemi COVID-19," kata Isaac Chiu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ISAAC-CHIU.jpg)