Senin, 11 Mei 2026

Berkemah Tipis-tipis Sambil Menikmati Sungging Bulan di Barubeureum Sumedang, Kaki Manglayang

Ingin menikmati kesejukan Gunung Manglayang tapi malas mendaki? Berkemah di kakinya mungkin bisa jadi pilihan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Sejumlah orang tengah berkemah di Blok Barubeureum, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Minggu (30/4/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ingin menikmati kesejukan Gunung Manglayang tapi malas mendaki? Berkemah tipis-tipis di kakinya, di Blok Barubeureum, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, mungkin bisa menjadi solusi. 

Wajah Rafi (17) dan Hilman (17) tampak berkeringat setelah melahap jalanan menanjak, berkelok, dan berbatu dari kampung terakhir, Cialiwung, sejauh satu kilometer untuk sampai di Barubeureum, Minggu (30/4/2023) pukul 17.50. 

Meski dengan sepeda motor berboncengan, perlu tenaga ekstra untuk melintasi jalan dengan nuansa kiri-kanan hutan pinus, surian, dan kopi.

Yang dibonceng perlu menyesuaikan diri agar tak jatuh, apalagi sang pengemudi. 

Rafi dan Hilman adalah siswa SMAN 1 Cimanggung yang akan berkemah di kaki gunung tersebut.

Mereka tak berniat untuk sampai ke puncak, hanya berkemah di Camping Ground Barubeureum. 

Lahan berkemah ini memang ditata dengan baik agar nyaman untuk dikunjungi para pendaki yang akan menuju ke puncak Manglayang, maupun oleh rombongan keluarga. 

Di area dekat tempat pendaftaran pendakian, ada bangunan WC, tempat duduk, musala, sejumlah bangunan warung, dan arena bermain anak lengkap dengan ayunan.  

Setelah memarkirkan sepeda motor, Rafi dan Hilman segera menuju pos pendaftaran.

Mereka membayar Rp 10 ribu per orang dan Rp 5 ribu untuk parkir per satu kendaraan. 

Hari sudah gelap dan dengan berjalan sekitar 10 menit dari pos pendaftaran, keduanya sudah sampai di area berkemah yang berada di kaki Manglayang sebelah timur tersebut.

Area ini cukup luas, meski konturnya miring, tetapi banyak di antaranya tempat-tempat yang lumayan datar untuk didirikan di atasnya tenda. 

Di pinggir area kemah ini, ada sungai kecil mengalirkan air jernih. Sungai ini menjadi sumber air jika para pendaki ingin memasak. 

Namun, jangan sampai air ini diminum mentah. Area yang terlalu sering dikunjungi banyak orang tak menjamin airnya higienis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved