Ritual Sekte Sesat di Kenya Tewaskan 89 Orang, Tahan Lapar sampai Mati agar Ketemu Yesus
Selain 89 korban tewas itu, 259 lainnya masih hilang dan dalam pencarian kepolisian.
TRIBUNJABAR.ID, NAIROBI - Sebanyak 89 orang dilaporkan tewas setelah mengikuti ritual sebuah sekte sesat Kultus Puasa di Kenya, negara di Afrika.
Jumlah ini bertambah dari sebelumnya dimana polisi setempat menemukan 26 jenazah termasuk di antaranya anak-anak pengikut gereja Good News International.
Selain 89 korban tewas itu, 259 lainnya masih hilang dan dalam pencarian kepolisian.
Sekte sesat ini mengajarkan untuk menahan lapar sampai mati untuk masuk surga dan bertemu Yesus.
“Jumlah anggota keluarga yang datang untuk melaporkan orang hilang telah meningkat dari 210 di pagi hari menjadi 259 pada 25 April 2023. Dari 259 ini, 130 di antaranya adalah anak-anak,” kata Hassan Musa, Manajer Regional Palang Merah Kenya saat diwawancarai CNN International.
Jumlah korban bertambah setelah pihak kepolisian setempat kembali melakukan pencarian di kawasan hutan dekat Kota Malindi.
Dalam pencarian tersebut polisi menemukan 17 gundukan yang diyakini sebagai korban tewas baru dari sekte sesat 'Kultus Puasa'.
Menurut analisis dari sejumlah pengamat keagamaan di Kenya, sekte sesat ini tumbuh subur di daerah pinggiran yang minim akan informasi.
Dengan memanfaatkan celah ketidaktahuan masyarakat, sekte ini mulai menyebarkan khotbah-khotbah sesat pada para jamaahnya.
Dipimpin Pastor Paul Makenzie Nthenge
Para korban dari sekte sesat itu diduga merupakan pengikut pastor Paul Makenzie Nthenge yang memimpin gereja Good News International Church.
Good News International Church sendiri merupakan Pelayanan ibadah yang berada di daerah Malindi Furunzi. Diperkirakan jumlah jemaat gereja ini lebih dari 1.000 orang dan lebih dari 3.000 orang di semua cabang.
Nthenge diketahui telah menghasut para pengikutnya untuk mengikuti ritual menahan lapar dan haus sampai mati agar dapat bertemu dengan Yesus.
Pada tahun 2017, Nthenge pernah ditangkap atas tuduhan radikalisme, setelah mendesak anak-anak untuk tidak bersekolah karena pendidikan tidak diakui oleh Alkitab.
Tak hanya itu Nthenge juga sempat didakwa usai dua pengikutnya yang masih anak-anak dilaporkan mati kelaparan di bawah pengawasan orang tuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ritual-sesat-di-kenya.jpg)