Persib Bandung

Persib Bandung dan Persija Jakarta Dapat Peringatan Erick Thohir: Kalau Main Mata, Bisa Degradasi

Persib Bandung dan Persija Jakarta mendapat peringatan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir agar tidak ada main mata di laga terakhir Liga 1 2022/2023.

Editor: Hermawan Aksan
deni denaswara/tribun jabar
Pemain Persib Bandung David da Silva (kiri) berebut bola dengan pemain Persija Jakarta saat pertandingan Liga 1 2023 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (31/3/2023). Persib Bandung dan Persija Jakarta mendapat peringatan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir agar tidak ada main mata dalam laga terakhir Liga 1 2022/2023. 

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menegaskan bahwa PSSI tak akan segan menjatuhkan sanksi keras.

Menurutnya, apabila sepak bola ingin bersih, seharusnya hal-hal seperti itu tak terjadi.

Untuk itu, menurutnya, PSSI saat ini sudah sangat berkomitmen.

“Saya rasa saya bersama Pak Zainudin (Amali, Waketum PSSI) dan Exco (Komite Eksekutif) punya komitmen sepak bola yang bersih dan tentu berprestasi,” ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com, Jakarta, Jumat (15/4/2023).

“Jadi kalau ternyata liga (hari ini) ada main mata, hukumannya sangat berat," ujarnya.

Mantan presiden Inter Milan itu menegaskan bahwa hukuman berat akan diberikan oleh PSSI.

Bahkan ia menegaskan, apabila diketahui ada main mata, klub akan diberi hukuman degradasi sekaligus agar tim bisa punya rasa jera.

"Wasitnya dihukum seumur hidup, pemainnya dihukum seumur hidup, ya klubnya degradasi saja sekalian. Serius ini,” kata Erick Thohir.

“Kita sudah punya komitmen itu. Jadi tidak ada istilah main-main sekarang. Karena kita ingin menciptakan sepak bola yang bersih dan berprestasi," ujarnya.

Mantan Ketua KOI itu bahkan menyinggung soal bagaimana timnya di PSSI yang sudah mulai melakukan review pertandingan dari Liga 1 hingga Liga 3 musim ini.

Ia mengaku bahwa demi menciptakan sepak bola yang bersih dan berprestasi semua harus dimulai dengan pertandingan yang adil.

Untuk itu, ia melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurutnya saat ini tim-tim dan teknologi sudah semakin canggih.

Jika dilakukan review dengan baik, maka tidak akan ada praktik pengaturan skor.

“Tadi saya saja baru ketemu dengan para pakar statistik di kantor. Itu kami sedang me-review pertandingan-pertandingan di Liga 3, Liga 2, dan Liga 1,” tutur Erick.

"Kami akan deteksi kalau ada permainan seperti itu. Kita harap ke depannya harus tidak ada (praktik pengaturan skor)," ujarnya.

Dengan ini, Erick mengingatkan agar tidak ada main mata antara tim-tim tersebut.

Pasalnya, hukuman berat siap menjerat klub apabila diketahui ada main mata. (*)

Artikel ini sudah tayang di Bolasport.com

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved