Minggu, 10 Mei 2026

Jasa Raharja Sosialisasikan Santri Aman Berkendara di Pesantren Assyifa Wal-Mahmudiyyah, Sumedang

"Pada tahun 2022, jumlah korban yang mendapat santunan kecelakaan sebanyak 13.454 orang dengan jumlah santunan mencapai Rp 350 miliar"

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang (kiri) saat berkunjung ke Pondok Pesantren Internasional Assyifa Wal-Mahmudiyyah di Desa Haurgombong, Sumedang, Kamis (6/5/2023) 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - PT Jasa Raharja mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas di Jawa Barat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang  mengatakan kecelakaan yang terjadi seringkali menimpa pelajar dan mahasiswa. Alasannya, mereka masih belum banyak tahu tentang cara berkendara yang aman. 

Dalam kunjungan di Pondok Pesantren Internasional Assyifa Wal-Mahmudiyyah di Desa Haurgombong, Sumedang, Kamis (6/4/2023), PT Jasa Raharja menyapa kalangan santri dan pelajar dan menyosialisasikan program Trimandara atau Santri Aman Berkendara, sebab menurut data, dominasi kaum pelajar dan mahasiswa dalam insiden kecelakaan mencapai 24,81 persen. 

Baca juga: Ahli Waris Kecelakaan Maut Mobil Bupati Kuningan Terima Santunan Jasa Raharja Rp 100 Juta

Pelajar dan mahasiswa mendominasi, meski kalangan lain yang mengalami kecelakaan lalu lintas juga banyak. Di antaranya kalangan pengusaha dan wiraswasta sebesar 24,74 persen, karyawan swasta hampir 20 persen, buruh sekitar 10 persen, dan ibu rumah tangga mencapai 12 persen. 

"Pada tahun 2022, jumlah korban yang mendapat santunan kecelakaan sebanyak 13.454 orang dengan jumlah santunan mencapai Rp 350 miliar,” kata Munadi Herlambang.

Besarnya angka kecelakaan sangat disayangkan, sebab pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi ujung tombang pembangunan di masa mendatang. 

Baca juga: Kurang Dari 12 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali

"Ini harus kita minimalisir dengan cara edukasi,” katanya.

Ia mengatakan, untuk meminimalisir  korban akibat kecelakaan lalu lintas dikalangan pelajar dan mahasiswa ini, PT Jasa Raharja bersama dengan Korlantas Polri terus melakukan sosialisasi baik di kalangan kampus hingga pondok pesantren. 

“Khusus untuk kalangan Ponpes, kami memiliki program Trimandara (Santri Aman Berkendara) adalah bentuk dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Empat (TPB 4) yaitu Pendidikan Berkualitas, di mana dalam program ini santri akan dibekali edukasi tertib berlalu lintas,” kata Munadi. 

Dia berharap, edukasi ini bisa ditularkan kalangan santri kepada rekan mereka yang ada di daerah masing-masing ketika pulang dari pesantren.

Baca juga: Korban Kecelakaan Maut di Geopark Ciletuh Sukabumi Dirujuk ke RS Lain, Dapat Santunan Jasa Raharja

Jasa Raharja Jawa Barat mendata, pada 2018 jumlah korban kecelakaan yang mendapat santunan sebanyak 11.012 orang dengan nilai total santunan sebesar Rp 285 miliar. Kemudian pada 2019, jumlah korban meningkat hingga 11.768 orang, sementara nilai santunannya mencapai Rp 316 miliar.

Di wilayah Sumedang juga mengalami peningkatan pada tahun 2022 dibanding tahun 2021. Jumlah santunan yang disalurkan PT Jasaraharja pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 6,04 miliar untuk 257 korban. Sedangkan pada tahun 2022 jumlah santunan yang disalurkan mencapai Rp 7,49 miliar untuk 290 korban.

Pada 2020 terjadi penurunan kasus kecelakaan dari tahun sebelumnya yaitu 10.946 orang dengan nilai santunan Rp 288 miliar. Lalu pada 2021 meningkat jadi 10.961 orang dan nilai santunan total Rp 304 miliar. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved