Minggu, 12 April 2026

Respons Penjabat Wali Kota Cimahi Soal Remaja Perang Sarung Saat Ramadan: Sangat Disesalkan

Penjabat Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, menyesalkan adalanya aksi perang sarung yang dilakukan oleh remaja di Kota Cimahi saat Ramadan.

|
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Penjabat Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Penjabat Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, menyesalkan adalanya aksi perang sarung yang dilakukan oleh remaja di Kota Cimahi saat bulan Ramadan.

Perang sarung ini meresahkan masyarakat.

Sebelumnya, anggota Sat Sabhara Polres Cimahi mengamankan sejumlah pemuda saat melakukan patroli rutin karena mereka terindikasi melakukan aksi perang sarung seusai sahur pada 24 Maret 2023.

Dikdik mengatakan, perbuatan itu bisa membahayakan.

"Terdengarnya hal yang ringan ya perang sarung, tapi coba bayangkan di dalam sarung itu diisi batu, pasir atau benda-benda tajam tentu ini bisa mencelakai orang lain," ujar Dikdik di Perkantoran Pemkot Cimahi, Jumat (31/3/2023).

Pihaknya meminta masyarakat dapat meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada anak-anak agar tidak melanggar aturan dan melakukan aksi yang meresahkan.

Baca juga: Perusahan di Cimahi Dipastikan Kena Sanksi Jika Tak Membayar THR, Pembayaran Jangan Mepet

"Perang sarung itu bagi saya hal yang disesalkan, tidak seharusnya begitu. Jadi saya mohon kepada para tokoh masyarakat setempat untuk lebih memperhatikan anak muda sehingga tidak melakukan hal yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain," kata Dikdik.

Selain itu, pihaknya juga berharap bimbingan orang tua terhadap anak-anaknya terus ditingkatkan agar tak sampai melakukan hal negatif seperti melakukan aksi perang sarung tersebut.

Petugas saat mengamankan para remaja yang hendak melakukan balapan liar dan perang sarung.
Petugas saat mengamankan para remaja yang hendak melakukan balapan liar dan perang sarung. (Istimewa)

"Saya juga mohon kepada masyarakat yang memiliki kawula muda untuk tidak bosan-bosannya mengingatkan dan menjaga mereka dan kawula mudanya juga harus bisa mengendalikan dirinya sendiri," ucapnya.

Kasat Sabhara Polres Cimahi, AKP Duddy Iskandar, mengatakan, aksi perang sarung ini membahayakan.

"Jadi aksi perang sarung ini sangat rawan menimbulkan korban karena di ujung sarungnya itu dimasukkan atau diikatkan batu kecil," ujar Duddy beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bocah SD di Cimahi yang Dibegal saat Mau Subuhan Masih Trauma, Belum Berani Keluar Rumah Sendirian

Ia mengatakan, biasanya para pelaku perang sarung ini mulai beraksi setelah salat Subuh. Sehingga pihaknya meningkatkan patroli di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat di jam rawan itu.

"Saat kami melakukan patroli di Kota Cimahi itu, kami mengamankan beberapa remaja karena dari hasil pemeriksaan, mereka terindikasi akan melakukan perang sarung," kata Duddy. (*)

Baca berita lainnya di googlenews

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved