Rumah Wakaf Bersemangat untuk Optimalkan Pengelolaan Wakaf, Lakukan Rebranding Logo
“Yang pasti tahun ini kami targetkan Rp 40 Miliar untuk wakaf produktif dan wakaf sosial Rp 50 Miliar sehingga total ada di Rp 90 Miliar tahun ini"
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Adityas Annas Azhari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga Wakaf Nasional, Rumah Wakaf sejak berdiri 2019 dan disahkan 2010 terus melakukan pengembangan, bahkan di 2014 badan wakaf Indonesia telah menerbitkan izin rumah wakaf sebagai lembaga pengelolaan wakaf tunai.
Rumah Wakaf juga terus memperluas pengelolaan untuk berbagai wakaf sampai di 2023 ini mereka melakukan re-branding logo untuk semakin mengoptimalkan pengelolaan wakaf.
Tahun ini, sebuah logo berwarna hijau dengan simbol infinity diluncurkan Rumah Wakaf pada Senin (20/3/2023) di CGV Metro Indah Mall (MIM). CEO Rumah Wakaf, Soleh Hidayat menjelaskan bahwa simbol logo itu memiliki filosofi tak terhingga.
Baca juga: Ramadhan 1445 H, Wakaf Salman ITB Luncurkan Program Ramadan Selamanya
“Momen re-branding Rumah Wakaf, yakni perubahan logo dan logo yang digunakan saat ini seperti simbol infinity yang mengandung filosofi, yaitu mengalir tidak pernah putus. Kami ingin wakaf itu sebagai amalan yang terus mengalir dan tidak terputus,” ujarnya, Selasa (22/3/2023) di Bandung.
Simbol yang dipilih tersebut, lanjutnya, menceriminkan kehadiran Rumah Wakaf yang tidak sesaat, melainkan bisa dirasakan sepanjang masa oleh masyarakat.
“Jadi spirit untuk kami dalam mengembangkan Rumah Wakaf,” ujar Soleh Hidayat.
Baca juga: Rumah Singgah Al Fatih Buka Wakaf, Sudah 6 Tahun Dihuni Pasien Anak yang Berobat di Bandung
Literasi wakaf hingga saat ini, Soleh mengaku masih minim, apalagi di kalangan anak muda yang terlihat dari data hasil riset BWI Kemenag bahwa literasi wakaf masih ada di angka 50,8 persen.
“Angka literasi masih rendah, maka kami sejak 2019 sudah menggaungkan kampanye ‘Gelombang Wakaf’, yakni roadshow mulai kampus ke kampus, sekolah ke sekolah, kota ke kota, hingga ke perusahaan dan juga komunitas. Banyak yang hanya mengetahui wakaf itu identik dengan tanah atau madrasah, padahal banyak wakaf yang belum diketahui,” ucapnya.
Baca juga: Dompet Dhuafa Terima Amanah Wakaf Manfaat Berupa Mobil Ambulance dari Generali Indonesia
Pihaknya pun menargetkan di 2023 sekitar Rp 15 Miliar untuk wakaf pada Ramadan, sementara untuk total target di 2023 yaitu Rp 90 Miliar.
“Yang pasti tahun ini kami targetkan Rp 40 Miliar untuk wakaf produktif dan wakaf sosial Rp 50 Miliar sehingga total ada di Rp 90 Miliar tahun ini. Untuk Ramadan ini, Rumah Wakaf menargetkan pembangunan 99 masjid dengan nama sesuai Asmaul Husna,” ujarnya.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Wakaf, Dompet Dhuafa Gelar Wakaferse Fair : Semesta Berwakaf
Memiliki spirit baru dengan berganti brand, Rumah Wakaf hadir lebih optimal, ditambah dengan adanya gempuran isu resesi di Indonedia, Rumah Wakaf berharap dapat menjadi salah satu potensi wakaf produktif dan menjadi salah satu solusi.
“Beberapa pengembangan dari Rumah Wakaf yang dilakukan, yaitu wakaf ibadah, wakaf derma, wakaf sukuk, wakaf saham, dan wakaf polis asuransi. Kami juga memiliki inovasi layanan kemudahan dengan aplikasi wakaf, yaitu waqf.id dan bisa berwakaf mulai Rp 10.000," katanya.
Baca juga: Khadijah Learning Center Serahkan Surplus Wakaf Produktif
Lewat wakaf produktif, Soleh Hidayat mengatakan Rumah Wakaf akan membangun sekolah International serta Klinik di Kota Bandung. Klinik tersebut sudah mulai pembangunan dan sekitar 3 bulan lagi siap beroperasi.
Bambang Pamungkas selaku Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) menambahkan Rumah Wakaf sudah re-branding dan berharap ke depan semakin maju dalam mengembangkan perwakafan di Indonesia.
“Wakaf sedang tumbuh dan manfaatnya begitu terasa, Rumah Wakaf sudah 14 tahun berkiprah dalam mengelola wakaf, manfaat luar biasa dan bisa memberdayakan masyarakat, yang tadinya aset wakaf tidak produktif menjadi wakaf produktif,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Simbol-Rumah-Wakaf.jpg)