Ranca Upas Bandung
Bunga Abadi yang Dilindas Motor Trail di Ranca Upas Hanya Tumbuh di 2 Tempat, Kini Satunya Rusak
Hamparan bunga rawa atau bunga abadi di kawasan Ranca Upas, Kabupaten Bandung hancur setelah dilindas para pemotor trail.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNJABAR.ID - Hamparan bunga rawa atau bunga abadi di kawasan Ranca Upas, Kabupaten Bandung hancur setelah dilindas para pemotor trail.
Kasus acara motor trail di Ranca Upas ternyata berbuntut panjang.
Setelah kasus pembakaran motor yang berdampak pada lingkungan sekitar, kini terungkap pula bahwa pemotor trail itu merusak hamparan tanaman bunga rawa atau bunga abadi.
Salah satu yang mengungkapnya adalah pembudidaya bunga rawa itu sendiri dengan nama akun TikTok @mang_uprit.mangprang79 pada Selasa (7/3/2023).
Dalam unggahan video itu, Mang Uprit meluapkan emosinya karena lahan yang digunakan untuk menanam bunga rawa tersebut sudah rata dengan tanah.
Ia pun mengecam pihak-pihak yang terlibat dalam acara motor trail itu termasuk Perhutani yang memberikan izin acara.
"Buat temen-temen semuanya, panitia acara event trail di Kampung Cai Ranca Upas, khususnya buat orang Perhutani yang memberikan kebijakan izin terkait acara tersebut, lihat nih," ujar Mang Uprit dikutip dari TikTok @mang_uprit.mangprang79.
Baca juga: Daftar Harga Berkemah di Ranca Upas, Ada Camper Van sampai Igloo, Bobocabin Rp 500 Ribu
Kekecewaan Mang Uprit itu telah disaksikan lebih dari 4,3 juta kali tayangan.
Dalam keterangannya, Mang Uprit mengatakan bahwa bunga rawa tersebut hanya tumbuh di dua tempat di Jawa Barat.
"Bunga rawa atau edelweis rawa tumbuh di dua negara, termasuk Indonesia, di Indonesia pun hanya ada di rawa Ranca Upas sama Ciharus Kamojang Garut," tulis Mang Uprit dalam keterangannya.
Berdasarkan liputan yang pernah dilakukan Tribunjabar.id pada 2021 lalu, yang dikatakan oleh Mang Uprit itu sejalan dengan yang dikatakan Cluster manager Kawah Putih, Trisna Mulyana.
Trisna Mulyana mengatakan bahwa karakter bunga rawa ini sama dengan karakter bunga edelweiss.
"Tapi karena memiliki karakter tidak membusuk maka saat itu dinamakanlah eidelwis rawa. Walaupun eidelwis pada umumnya tumbuh di puncak gunung di atas ketinggian 2.000 mdpl, tapi ini di habitat rawa bisa tumbuh," ujar Trisna dilansir dari Tribunjabar.id.
Trisna mengungkapkan, kalangan muda pada saat itu menyebutnya eidelweis rawa.
"Dulu itu (bunga tersebut) terhampar di sekitar 2 hektare kawasan Rancaupas, walaupun ada perubahan masih ada satu spot di situ masih terdapat habitat yang cukup bagus," kata Trisna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bunga-rawa.jpg)